Batik Diandra, Mengemas Batik Gaya Kasual Anak Muda
- by Margaretha E.D.H. Sare Ora
- Editor Rini Rustriani Lesti Handayani
- 16 Jan 2026
- Yogyakarta
RRI.CO.ID,Yogyakarta:Batik Diandra Yogyakarta hadir membawa angin segar dalam dunia fashion lokal dengan mengemas batik sebagai busana kasual yang dekat dengan gaya anak muda. Melalui desain yang simpel, warna yang modern, serta potongan yang nyaman untuk aktivitas sehari-hari, Batik Diandra membuktikan bahwa batik tidak hanya cocok untuk acara formal, tetapi juga bisa dipakai hangout, kuliah, hingga nongkrong santai.
Inovasi ini menjadikan batik lebih relevan dengan generasi muda tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat di dalamnya.Apalagi, Batik merupakan salah satu identitas budaya Indonesia yang telah diakui dunia dan lambang kearifan lokal Indonesia.
“Jadi batik itu sebenarnya bisa dipakai sehari-hari buat ngantor, mau ke mall, masih bisa pakai baju batik,makanya kami Batik Diandra menjawab kebutuhan melalui desain yang kasual dan nyaman dipadankan dengan apa saja.Sasaran kami itu adalah wanita usia 25-40 tahun yang ingin tampil modis fan cantik dengan batik,” ujar Indra Nuhandono kepada RRI pada Kamis 15 Januari 2026.
Dengan menggabungkan unsur tradisional dan sentuhan kekinian, Batik Diandra berperan dalam mendorong perkembangan ekonomi kreatif dimana bekerjasama dengan pembatik lokal sebagai pemasok bahan baku. Brand ini berani bersaing secara offline dan online dengan merk lain dimana Indra sebgai pemilik mempunyai tim desain dan sepuluh orang tim inti yang terlibat langsung dalam proses produksi hingga pemasaran.
"Jadi kami ini line up-nya, kita punya batik dress, batik tunic, batik gamis, batik vest, batik outer dengan pasar anak muda biar mereka bangga dan suka pakai batik.Itu yang utama ya dan pendukungnya, komplementernya adalah kemeja. Jadi couple-nya kita punya,” ucap Indra.
Batik Diandra adalah usaha bersama Indra dan istrinya yang berdiri sejak tahun 2027 dimana pada awalnya hanya menjual kain batik namun saat ini sudah menjual fashion Batik. "Usaha ini awalnya dari di ruang tamu rumah, kemudian berkembang menjadi sebuah brand yang memproduksi berbagai jenis pakaian batik dan istri saya yamg ngerancang sendiri bersama tim yang berasal dari mahasiswa desain",kata Indra.
Dijejelaskan Indra, setiap bulan persediaan fashion Batik Diandra selalu berganti modelnya sehingga banyak diminati karena selalu baru dan kekinian.Bahkan setiap bulan memproduksi 1.000 sampai 2.000 baju batik dengan berbagai model terbaru , motif batik dari berbagai daerah di Indonesia sehingga bervariasi dan mereprestasikan berbagai daerah.
"Harga Batik Diandra sangat terjangkau yah dengan kualitas bagus,berkisar mulai dari Rp.100 ribu hingga Rp.150 ribu untuk produk kemeja dan vest. Sementara produk batik dress dipasarkan dengan harga sekitar Rp.200 ribu dan melayani permintaan pasar dalam skala besar",kata Indra.
Keunikan corak serta makna yang terkandung dalam setiap motif menjadikan batik memiliki nilai budaya yang tinggi yang membuat batik diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda untuk kemanusiaan.Batik Diandra hadir untuk membuka peluang usaha bagi para pengrajin batik dan sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan usaha kreatif.
Ke depan, Indra selaku pemilik Batik Diandra ingin memperluas target pengguna batiknya untuk kaum laki-laki dan anak-anak serta memperoduksinya dalam jumlah yang lebih besar.Melalui Batik Diandra, Indra dan Istri yang bukan berlatar belakang pendidikan fashion ingin memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan peluang pekerjaan seperti penjahit, dan masyarakat yang ingin membantu dalam proses produksi.
Batik Diandra bisa didapatkan secara Online melalui Instagram @batikdiandra dan bisa di Check out kapan saja 24 Jam. Untuk Offline di Jl. Ahmad Sarbini, Gedongan Lor, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584 yang buka dari Jam 9.00 - 17.00 WIB.