Penyetan Bacem yang Bikin Kangen di Food City JCM
- by Nur Imtihanna
- Editor Rini Rustriani Lesti Handayani
- 8 Jan 2026
- Yogyakarta
KBRN, Sleman: Penyetan Pak Brewok resmi hadir meramaikan pilihan kuliner di Food City Jogja City Mall (JCM), menawarkan sajian cepat dengan harga terjangkau bagi pekerja dan keluarga. Gerai yang dikelola Josephine Alexandra Susilo ini mengusung menu khas bacem sebagai andalan, sekaligus memperkaya pilihan kuliner nusantara di pusat perbelanjaan tersebut. Kehadirannya menambah alternatif bagi pengunjung yang mencari hidangan rumahan dengan cita rasa kuat dan konsisten.
Josephine menyebut menu bacem khususnya burung dara dan ayam sebagai daya tarik utama karena rasa manis gurihnya yang khas dan berbeda dari penyetan pada umumnya. Pelanggan pun bisa memilih ayam kampung maupun ayam potong sesuai selera. “Menurut saya, baceman di sini paling masuk di lidah saya, manisnya tidak berlebihan dan tetap gurih,” ucapnya.
Selain bacem, tersedia pula aneka lauk lain seperti lele, nila, dan bandeng yang menjadi favorit ketika menu bacem habis. Rentang harga paket makanan dibanderol mulai Rp16.500 hingga Rp35.000, mencakup nasi, lauk utama, dan minuman sederhana. Variasi ini membuat Penyetan Pak Brewok terbuka bagi berbagai kalangan pengunjung pusat perbelanjaan.
Keunikan lain terletak pada sambal terasi mentah khas Pak Brewok yang menggunakan bahan terasi pilihan. Sambal ini menjadi pembeda utama di tengah banyaknya gerai penyetan. “Walaupun penyetan terlihat mirip-mirip, yang membedakan kami adalah sambalnya,” katanya. Konsistensi rasa dijaga melalui pasokan bahan baku terstandar dari pusat.
,/xvk14rr1j34u19b.jpeg)
Josephine mengakui tantangan terbesar adalah memperkenalkan merek di tengah persaingan langsung dengan tenant lain di Area Food Court. Kebiasaan pelanggan pada merek lama hingga sensitivitas harga menjadi faktor penentu pilihan konsumen. Meski demikian, ia optimistis penjualan akan meningkat seiring bertambahnya pengenalan merek dan pengalaman pelanggan yang positif.
Mengenai pengembangan usaha, Josephine membuka peluang ekspansi di luar pusat perbelanjaan dengan konsep tempat makan yang lebih nyaman bagi keluarga. Ia berharap penyetan tidak selalu identik dengan konsep lesehan kaki lima. “Harapan saya, usaha ini makin dikenal dan ke depan bisa buka cabang dengan tempat yang nyaman bagi pelanggan,” ujarnya.
Dari sisi pengelola, Manager Event Promotion Deon Aditya menegaskan Food City kini memprioritaskan ragam kuliner nusantara sekaligus memberi ruang lebih luas bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui skema sewa fleksibel dan peluang kerja sama bagi hasil. “Sekarang makanan lebih variatif dan banyak Indonesian Food atau Nusantara. Memang itu menjadi salah satu konsen manajemen,” ujarnya. Dengan tingkat keterisian tenant mencapai sekitar 90–95 persen serta dukungan berbagai event tematik, Food City menargetkan menjadi destinasi kuliner inklusif yang menggerakkan wirausaha lokal secara berkelanjutan. (han/aan/rini)