Barang Bekas Jadi Solusi Ekonomi Rumah Tangga
- by Dessy Hariyanti
- Editor Syakir Saleh S.I.Kom
- 13 Jan 2026
- Ternate
KBRN,Ternate: Program Ternate Pagi Ini episode ke-16, yang mengangkat tema
“Memanfaatkan Barang Bekas Jadi Solusi Ekonomi Rumah Tangga”, Sabtu (10/1/2026). Menghadirkan narasumber dari Trash Hero Chapter Ternate serta pelaku UMKM kreatif lokal yang telah sukses mengolah barang bekas menjadi peluang usaha.Trash Hero Chapter Ternate menjelaskan bahwa barang bekas seperti botol plastik, kaleng, kain perca, hingga limbah kayu dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual. Produk tersebut antara lain tas, dompet, lampu hias, hingga dekorasi rumah.
Selain membantu menambah penghasilan keluarga, upaya ini juga berkontribusi dalam mengurangi volume sampah rumah tangga. “Intinya adalah mengubah cara pandang bahwa sampah bukan hanya limbah, tapi bisa menjadi peluang usaha dengan modal yang sangat minim” Dr.Abdullah Assegaf trash hero Ternate
Memasuki segmen proses kreatif, pendengar diajak memahami langkah-langkah praktis untuk memulai usaha berbasis barang bekas dari rumah. Mulai dari memilih bahan yang layak, menentukan jenis produk sesuai minat, hingga memanfaatkan media sosial dan bazar lokal sebagai sarana pemasaran.
Trash Hero Chapter Ternate juga mengungkapkan perannya dalam mendukung masyarakat melalui kegiatan workshop dan pelatihan kreatif. Program ini menyasar ibu rumah tangga dan keluarga agar mampu mengolah barang bekas sekaligus memahami strategi pemasaran sederhana.
Pada segmen kisah inspiratif, disampaikan beberapa contoh sukses dari masyarakat Ternate. Salah satunya adalah ibu rumah tangga Ulfa Zainal dari parada colection yang memproduksi lampu hias dari botol plastik bekas dan berhasil memperoleh tambahan penghasilan keluarga melalui penjualan daring.
Selain dampak ekonomi, kegiatan ini juga meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian pelaku usaha. Interaksi dengan pendengar turut mewarnai siaran, di mana banyak pertanyaan seputar modal usaha dan teknik memulai bisnis kreatif dari barang bekas.
Narasumber menegaskan bahwa usaha ini dapat dimulai dengan alat sederhana dan tanpa modal besar. Asalkan disertai kemauan belajar dan ketekunan.