Pedagang Shelter Manahan Keluhkan Jam Operasional Sore Sepi
- by Joko Putro
- Editor Wiwid wida
- 6 Jan 2026
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Sejumlah pedagang yang menempati shelter Manahan mengeluhkan kondisi berdagang pada shift sore yang dinilai kurang optimal.
Pedagang menyebut jam buka yang dimulai petang membuat mereka kehilangan momentum keramaian pengunjung, terutama saat aktivitas olahraga sore hari di kawasan Manahan.
Salah satu pedagang shelter Manahan, Aryo, saat ditemui rri.co.id pada Selasa (6/1/2026), menilai jam operasional saat ini belum berpihak pada pedagang sore.
Dirinya menyebut waktu persiapan yang sempit membuat lapak baru benar-benar buka ketika kawasan mulai sepi.
“Untuk shift sore itu mulai buka jam lima, tapi pedagang harus persiapan dulu, jadi biasanya baru bisa jualan jam enam dan itu sudah kehilangan momen orang jogging sore,” ujar Aryo.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Arif Handoko, menjelaskan bahwa pengelolaan shelter Manahan memang dibagi dalam dua shift, yakni pagi hingga sore dan sore hingga malam.
Menurutnya, pedagang dengan shift sore sebenarnya masih diberi kelonggaran waktu berjualan hingga malam hari.
“Shelter Manahan itu dibuka dua shift, pagi sampai sore dan sore sampai malam. Sebenarnya diberikan kelonggaran juga sampai malam untuk usahanya, hanya mungkin pedagangnya yang merasa sepi,” kata Arif Handoko.
Arif Handoko mengatakan bahwa pihaknya membuka ruang komunikasi bagi pedagang untuk menyampaikan keluhan secara langsung ke Dinas Perdagangan.
Pemerintah kota juga siap mencarikan solusi agar pengelolaan shelter bisa lebih optimal dan memberi manfaat bagi pedagang maupun masyarakat. (JK/Diqi)