Memaknai Konsumsi dalam Perspektif Ajaran Islam
- by Nur Aisyah Agustini
- Editor Lalang Gumilang
- 21 Jan 2026
- Sungailiat
RRI.CO.ID,Sungailiat - Konsumsi dalam perspektif Islam bukan sekadar memenuhi kebutuhan jasmani, melainkan sarana menjaga keseimbangan hidup sekaligus mendekatkan diri kepada Allah Swt. Hal itu disampaikan narasumber Drs. H. Syaiful Zohri dalam dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sungailiat, yang mengangkat tema “Tujuan Konsumsi dalam Islam”, Rabu,21 Januari 2026
Menurut H. Syaiful Zohri, Islam mengajarkan umatnya untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, baik, serta tidak berlebihan. Konsumsi yang tepat menjadi fondasi penting untuk menjaga kesehatan fisik, ketenangan batin, dan produktivitas dalam menjalankan aktivitas ibadah maupun pekerjaan sehari-hari.
Ia menjelaskan, tujuan utama konsumsi dalam Islam adalah memenuhi kebutuhan dasar manusia secara proporsional, bukan mengikuti hawa nafsu.” Prinsipnya wasathiyah atau moderasi menjadi kunci, sehingga setiap muslim diajak untuk bijak dalam memilih dan mengatur pola konsumsi agar terhindar dari sifat boros maupun kikir," ungkapnya.
Selain itu, H. Syaiful Zohri menekankan bahwa konsumsi juga memiliki dimensi sosial. Dengan tidak berlebihan dalam membelanjakan harta, seseorang dapat menyisihkan rezekinya untuk berbagi kepada sesama melalui sedekah, zakat, dan infak sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Arif, pendengar asal Sungailiat, menanyakan bagaimana cara membiasakan diri hidup sederhana di tengah gaya hidup modern yang serba konsumtif.
“Saya ini sering tergoda membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, bagaimana ini pak haji?” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Syaiful menyarankan agar masyarakat membangun kesadaran kebutuhan dan keinginan. Menurutnya, membiasakan membuat skala prioritas serta mengingat nilai ibadah dalam setiap aktivitas konsumsi dapat membantu seseorang lebih bijak dalam mengelola pengeluaran.
Pendengar lain, Siti dari Belinyu mengatakan, kebiasaan memasak sendiri dan memilih makanan sederhana justru membuat suasana rumah tangga lebih hangat sekaligus menjaga kesehatan anggota keluarga.
H. Syaiful Zohri berharap masyarakat menjadikan prinsip konsumsi dalam Islam sebagai pedoman hidup sehari-hari. Dengan pola konsumsi yang seimbang, halal, dan penuh kesadaran, diharapkan tercipta kehidupan yang lebih berkah, harmonis, serta membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.