Ibroh Isra Mi’raj Perkuat Iman Kehidupan Sehari-hari

KBRN, Sungailiat: Peristiwa Isra Mi’raj mengandung banyak ibroh atau pelajaran penting bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Ust. Jaja Sulaiman dalam dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sungailiat, Selasa (13/1/2026), yang membahas makna dan hikmah perjalanan Nabi Muhammad SAW.

Ust. Jaja menjelaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik Rasulullah SAW, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat makna keimanan.

“Peristiwa ini menunjukkan kekuasaan Allah yang tidak terbatas dan menguatkan akidah umat Islam,” katanya.

Menurutnya, salah satu ibroh terbesar dari Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Shalat menjadi sarana utama komunikasi hamba dengan Allah SWT.

“Shalat adalah hadiah langsung dari Allah, sehingga harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Isra Mi’raj juga mengajarkan keteguhan dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup. Perjalanan tersebut terjadi setelah Rasulullah SAW menghadapi masa sulit, yang dikenal sebagai tahun kesedihan.

Ust. Jaja menekankan bahwa umat Islam hendaknya menjadikan Isra Mi’raj sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak.

“Keimanan yang kuat harus tercermin dalam sikap jujur, amanah, dan peduli terhadap sesama,” jelasnya.

Ust. Jaja Sulaiman mengajak umat Islam mengambil ibroh Isra Mi’raj sebagai bekal memperkuat iman. “Jika shalat terjaga dan iman kuat, insyaallah hidup akan lebih tenang dan terarah,” katanya.

Salah satu pendengar asal Bangka, Ahmad, menyampaikan kesannya terhadap dialog tersebut. “Pembahasan ini mengingatkan saya untuk tidak menunda shalat dan lebih disiplin dalam ibadah,” katanya.

Ahmad berharap kajian tentang Isra Mi’raj tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi benar-benar dipahami maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita