Kembangkan Sport Tourism, Pemkab Paser Dongkrak Ekonomi Kreatif

  • 09 Des 2025 20:22 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Paser: Dalam kegiatan Implementasi Peraturan Bupati Paser Nomor 29 Tahun 2024 Tentang Roadmap Pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf) Tahun 2024-2028, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mengemasnya dalam bentuk sosialisasi mengenai peraturan daerah.

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Paser, Romif Erwinadi, mengatakan dalam sosialisasi ini turut mengundang seorang akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul) untuk menjadi narasumber.

Ia menerangkan, kedatangan seorang akademisi ini dapat membantu dalam mengawal proses ekraf Paser ini dapat berjalan sesuai dengan jalannya untuk menuju sport tourism.

Apalagi pada 2026 Paser akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8, sehingga baginya momen ini harus bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

"Ini lebih kepada menghidupkan kembali, untuk ekraf kita ini kan sebenarnya potensi kita ini banyak sudah. Bayangkan CFD kita sudah berapa tahun. Sebentar lagi kita ada beberapa kegiatan olahraga (Porprov) kan 2026. Nah, ini kan harus disiapkan. Supaya daerah Paser ini punya posisi penting," ujar Romif menerangkan, Selasa (09/12/2025).

Menilik juga unggulan ekonomi kreatif yang ada di daerah lain, maka menurutnya Paser juga harus memiliki sesuatu yang istimewa seperti olahraga untuk diketahui masyarakat luas.

"Bupati juga sudah menilai. Oh, kita mau Porprov, selesai harus dilaksanakan itu dan itu sudah dirasakanlah dengan ada beberapa kejuaraan ternyata membawa dampak kan. Baik dari kuliner, hotel dan lain-lain sebagainya," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite Ekraf Kaltim, yang juga sebagai narasumber sosialisasi dari Akademisi Unmul, Erwiantono, mengatakan Paser sebenarnya salah satu kabupaten yang termasuk paling cepat menyusun peta jalan Ekraf.

Namun dalam 2 tahun terakhir karena banyak perkembangan di IKN, kemudian konteks ekonomi global nasional maupun regional, sehingga Paser menurutnya perlu ada penyegaran, revitalisasi, termasuk aspek kelembagaannya.

"Seperti tadi komite mungkin sebagian beberapa sudah berpindah ke pengurusan. Tetapi kalau dari segi prioritas saya pikir kita tidak banyak bergeser. Implementasinya yang perlu penyegaran. Nah, di level nasional rencana induk ekraf itu tahun ini habis, tahun depan akan ada arah baru. Nah, Kabupaten Paser perlu membuat penyesuaian," ucap Erwiantono.

Menurutnya, kesesuaian ini tidak merubah secara keseluruhan, namun perlu penyegaran dan inovasi, terutama terkait dengan dinamika-dinamika yang cepat berubah

"Dan satu hal juga yang perlu di segera dikejar Paser itu adalah mengukur dampak ekonomi. Nah, itu kita belum punya angkanya. Sehingga kemudian argumen kita untuk mengatakan kan bahwa ekraf itu signifikan perannya itu bisa kita buktikan secara kualitatif dari yang terlihat maupun secara kuantitatif dari yang terukur," ujarnya menjelaskan.

Erwiantono mengatakan, Kabupaten Paser membutuhkan sesuatu yang lebih hijau, berkelanjutan, berdaya saing dan membuka peluang inklusif bagi semua orang.

Mengingat juga RPJMD Paser ini periode 2 dari Petahana dengan visi Paser Tuntas, sehingga Ia bakal mempertajam sektor unggulan yang ada di Bumi Daya Taka dalam peningkatan ekraf.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....