IMI Paser Berharap Bisa Diberikan Wewenang Kelola Sirkuit
- by Rendy Fahlepy Kusuma
- Editor Saparuddin
- 1 Des 2025
- Samarinda
KBRN, Paser: Pengcab Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Paser, tidak lama lagi akan kembali menggulirkan event keduanya di Sirkuit Permanen Tana Paser pada 6-7 Desember dengan tajuk Paser Cup Race (PCR) Tahun 2025. Hal ini berkaca pada kesuksesan IMI Paser saat menggulirkan BK Porprov dan Kejuaraan Nasional pada Oktober 2025 lalu.
Namun menilik kesuksesan tersebut, menjadi perhatian tersendiri bagi antusiasme masyarakat yang menyaksikan langsung aksi pembalap untuk berlomba adu kecepatan di lintasan. Oleh karena itu, dalam menghidupkan sirkuit baru ini, Sekretaris IMI Paser, Zulkifli Kaharuddin, berharap bahwa pihaknya diberikan wewenang dalam mengelola sirkuit, meski saat ini masih dalam ranah Disporapar Kabupaten Paser.
"Jadi kami karena itu bidang kami Jadi, mudah-mudahan bisa diberi wewenang penuh pada kami untuk mengelola yang mana nanti kami akan kelola dan insyaallah akan menghasilkan PAD juga untuk pemerintah," ucap Zulkifli Kaharuddin.
IMI Paser pun berupaya membantu pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sirkuit yang dikelola dengan baik ini, melalui biaya sewa venue. "Pertama dari sewa lintasan, misalnya ada anak-anak mau latihan harian, sewa sirkuit kalau misalnya ada mau event," ujarnya.
Bahkan selain balap motor, sirkuit ini juga bisa memperlombakan balap sepeda yang mampu menambah PAD. "Itu event sebenarnya bukan cuma motor aja, sepeda pun bisa dipakai itu. Nah, jadi lomba balap sepeda namanya kriteria time trial bisa dipakai di situ. Itu kan bisa nambah PAD untuk pemerintah," katanya.
Selain itu, pria yang akrab disapa Zoel Kahar itu juga sudah menyiapkan skema ticketing bagi para masyarakat yang hendak menonton. Dari penarikan uang tiket ini, diyakininya juga dapat menambah PAD di sirkuit. Bahkan juga bisa mengelola retribusi parkir agar lebih menambah pemasukan.
"Harapannya ke depan ada ticketing. Kita berikan fasilitas pagar sehingga bisa kita tarik ticketing. Dari ticketing itu besar itu pendapatannya kan, nah bisa retribusi buat pemerintah," ujar Zoel.

Menurutnya, kualitas sarana prasarana sirkuit itu tergantung pengelolaannya yang baik, sehingga perawatan sirkuit yang rutin dapat menjaga kualitas lintasan sirkuit. "Ke depan, sirkuit-sirkuit yang ada itu kenapa banyak terbengkalai, karena tidak diurus perawatannya. Yang sebenarnya yang jadi permasalahan itu aja, perawatan," katanya.
Apalagi pelaksanaan event yang rutin diselenggarakan, dapat membantu perawatan sirkuit. Sehingga Zoel berharap pemerintah dapat mendukung akan hal tersebut, demi pembinaan atlet balap Paser berkelanjutan.
"Tapi kalau misalnya event cukup rutin, insyaallah perawatan itu bagus harusnya. Tapi kalau jarang event nah, makanya butuh bantuan lagi dari pemerintah ya kan. Artinya sekaligus juga untuk pembinaan buat atlet-atlet kita kedepannya sih harapannya gitu," ucap Zoel.
Zoel mengatakan, jika IMI Paser diberikan wewenang untuk mengelola sirkuit, Ia memastikan bahwa venue ini dapat diberdayakan dengan baik, dan meminta agar ada event berkala yang digulirkan seperti provinsi lain. Apalagi sirkuit ini bakal digunakan sebagai venue pelaksanaan Porprov Kaltim VIII/2026 di Kabupaten Paser yang akan datang. Sehingga momen ini harus dimanfaatkan dengan maksimal.