Kreativitas UMKM Samarinda Dorong Kuliner Tradisional Naik Kelas
- by
- Editor Marga Rahayu
- 21 Jan 2026
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kuliner tradisional tidak hanya menjadi warisan rasa, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai peluang usaha apabila dikelola dengan kreativitas dan ketekunan. Hal tersebut dibuktikan oleh Ruslina, pemilik Bitans Cake, dalam dialog inspiratif program
UMKM Bicara Pro1 RRI Samarinda, Senin, 19 Januari 2026.Ruslina membagikan perjalanan panjangnya merintis usaha kuliner sejak 2009. Berawal dari kegemarannya mengonsumsi kue dan mengikuti berbagai kursus baking, ia mulanya hanya membuat kue untuk konsumsi pribadi serta hantaran hari raya.
“Dulu kalau Lebaran bisa membuat sampai dua karung kue karena banyak tetangga datang. Setelah bekerja, saya sering membawa kue ke kantor dan teman-teman bilang enak, lalu menyarankan untuk dijual. Akhirnya pada 2009 saya memberanikan diri memulai bisnis,” ujarnya.
Produk pertama yang menjadi andalan Bitans Cake adalah lapis legit. Untuk menyiasati harga lapis legit yang relatif mahal, Ruslina melakukan inovasi dengan menjual dalam potongan kecil, yakni sepertiga loyang, agar lebih terjangkau oleh masyarakat. Kualitas produknya pun diakui hingga memperoleh dukungan desain kemasan eksklusif dari kementerian terkait.
Selain lapis legit, bingka kentang menjadi ikon yang melekat pada Bitans Cake. Ruslina juga memiliki cara unik dalam memperkenalkan kudapan tradisional, seperti lempeng, kepada generasi muda.
“Saya sering menyebut lempeng itu sebagai ‘pizzanya orang Banjar’ supaya anak-anak muda tertarik mencoba. Kita harus memperkenalkan makanan jadul ini agar mereka mengenal identitas kuliner daerahnya,” katanya.
Dengan dukungan suami dan anak yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi dan barista, Bitans Cake semakin kuat di ranah digital. Pencarian Google untuk toko kue di Samarinda kerap menempatkan Bitans Cake di peringkat teratas. Produk kering seperti ilat sapi dan keminting hasil inovasi tahun 2023 bahkan telah menembus pasar nasional.
Menanggapi persaingan usaha yang semakin ketat, Ruslina menekankan pentingnya fokus dan menjaga kualitas produk. “Beda tangan, beda rasa. Saya selalu fokus lurus ke depan pada bisnis sendiri. Meski banyak yang menjual lebih murah, saya yakin pelanggan sudah tahu kualitas dan rasa produk kami,” ujarnya.
Melalui kisah Ruslina, pelaku UMKM di Samarinda diingatkan bahwa keberanian memulai usaha serta konsistensi menjaga cita rasa merupakan kunci utama dalam menumbuhkan keberlanjutan bisnis kuliner tradisional.