Sejarah Perjalanan Panjat Tebing Menaklukkan Gravitasi

KBRN, Sabang : Olahraga panjat tebing (rock climbing) modern mulai berkembang dan diperkenalkan secara luas sebagai olahraga tersendiri pada periode akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 di Eropa, khususnya di wilayah pegunungan seperti Pegunungan Alpen. Panjat tebing berawal sebagai bagian dari aktivitas mendaki gunung (mountaineering). Para pendaki mulai menjelajahi tebing curam untuk tantangan fisik dan mental. Salah satu pendakian tebing pertama yang terdokumentasi pada tahun 1886, ketika Walter Parry Haskett Smith mendaki Napes Needle di Inggris.

Seiring berjalannya waktu, adapun perkembangan teknik dan peralatan di tahun 1930-an, penggunaan tali pengaman dan piton mulai meluas. Hingga perkembangan besar berlanjut pada tahun 1950-an dengan diperkenalkannya sepatu panjat tebing yang dirancang khusus. Mulai dari panjat tebing dengan dinding buatan (Indoor) Perkembangan besar ini terjadi pada tahun 1970-an dan 1980-an ketika dinding panjat buatan (climbing wall) mulai diperkenalkan di Jerman dan Inggris, membuat olahraga ini lebih mudah diakses.

Pada kompetisi panjat tebing mulai diperkenalkan sebagai olahraga kompetitif pada akhir tahun 1980-an, dengan kompetisi pertama diadakan di Italia pada tahun 1985 hingga di Indonesia olahraga panjat tebing modern diperkenalkan pada tahun 1976 dan dipublikasikan secara luas oleh Harry Suliztiarto. Mengutip laman portal berita online www.rri.co.id pada, Rabu (12/11/2025) Atlet panjat tebing kota Sabang menargetkan Juara Umum Pra-PORA yang akan digelar di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada tanggal 17 hingga 23 November 2025 mendatang.

Adapun nomor yang akan dipertandingkan meliputi Lead Perorangan Putra dan Putri, Boulder Perorangan Putra dan Putri, Speed WR Perorangan Putra dan Putri, Speed WR Tim Putra dan Putri, Lead Mix Team, Speed WR Relay Putra dan Putri, Combined Boulder Putra, Putri, dan Campuran, serta Lead Tim Putra dan Putri. Seluruh nomor tersebut akan menjadi ajang pembuktian kemampuan dan konsistensi atlet panjat tebing Aceh, khususnya dari Kota Sabang dengan memberangkatkan total 11 Orang terdiri dari 1 manajer, 1 pelatih, 1 official, serta masing-masing 4 atlet putra dan 4 atlet putri. Terlepas dari hasil akhir yang akan diraih di dinding-dinding kompetisi, perjuangan mereka telah menjadi inspirasi bagi generasi muda Sabang untuk berani bermimpi dan menaklukkan ketinggian.

Baca Juga :

Panjat Tebing Sabang Targetkan Juara Umum Pra-PORA

Rekomendasi Berita