Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Pilih yang Mana?
- by Tedy Sepdiansah
- Editor Candranita Purbani
- 28 Nov 2025
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Tren penggunaan mobil listrik terus meningkat di Indonesia. Melansir data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales mobil listrik murni selama 9 bulan pertama 2025 mencapai 55.225 unit. Angka itu jauh melampaui capaian sepanjang 2024 yang sebanyak 43.188 unit.
Peningkatan penggunaan mobil listrik didukung PLN dengan pemerataan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Vice President Perencanaan dan Strategi Pengembangan Produk Niaga PT PLN (Persero), Rudiana Nurhadian menginfokan, hingga September 2025 PLN telah mengoperasikan 4.272 mesin SPKLU di 2.811 lokasi, serta menyediakan lebih dari 57 ribu layanan home charging di seluruh Indonesia.
Menurut Project Coordinator ENTREV Kementerian ESDM Eko Adji Buwono menjelaskan peralihan menuju kendaraan listrik bukan hanya soal teknologi, tetapi membangun masa depan yang lebih bersih dan berkeadilan.
Meski demikian, mobil bensin masih menjadi pilihan utama sebagian besar masyarakat karena dianggap lebih praktis dan fleksibel. Berikut rangkuman perbandingan mobil bensin dan mobil listrik untuk membantu calon pembeli menentukan jenis kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan.
1. Cek Anggaran Awal
Jika dana yang tersedia terbatas, mobil bensin umumnya lebih terjangkau dibandingkan dengan mobil listrik yang rata-rata memiliki harga yang lebih tinggi.
2. Sesuaikan dengan Pola Penggunaan
Jika pengguna banyak berkendara di dalam kota dengan jarak tempuh harian yang relatif pendek, mobil listrik dapat menjadi pilihan ideal karena konsumsi energi yang efisien. Namun, jika sering melakukan perjalanan jauh antar kota, mobil bensin bisa menjadi pilihan karena pengisian bahan bakar yang cepat dan mudahnya menemukan SPBU yang menyediakan bensin.
3. Perhatikan Ketersediaan Charger di Daerah Anda
Sebelum memilih mobil listrik, pastikan pengguna memiliki akses ke pengisian daya rumah atau di wilayahnya sudah tersedia SPKLU. Untuk daerah yang infrastruktur EV-nya belum memadai, mobil bensin bisa lebih praktis.
4. Hitung Biaya Operasional Jangka Panjang
Mobil listrik menawarkan biaya per kilometer yang lebih murah dibandingkan mobil bensin sehingga bisa menghemat biaya bahan bakar.
5. Pertimbangkan Nilai Lingkungan
Bila pengguna memiliki perhatian besar pada isu lingkungan, mobil listrik bisa menjadi pilihan. Mobil listrik dikenal ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi langsung sehingga anda berkontribusi pada pengurangan polusi udara.
6. Evaluasi Kemudahan Perawatan
Mobil listrik memiliki mesin yang lebih sederhana dan tidak membutuhkan oli mesin, sehingga biaya perawatan berkala biasanya lebih rendah. Sementara itu, mobil bensin memerlukan perawatan lebih rutin, namun ketersediaan bengkel untuk mobil bensin lebih luas dan variatif.
Baik mobil listrik maupun mobil bensin memiliki keunggulan masing-masing. Mobil listrik menawarkan efisiensi dan ramah lingkungan, sementara mobil bensin memberikan fleksibilitas dan kenyamanan perjalanan jarak jauh. Dengan mempertimbangkan beragam faktor yang dijelaskan di atas calon pembeli diharapkan dapat menentukan jenis mobil yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup.