Self-Compassion: Kunci Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Remaja
- by Tika Nurista
- Editor Robin Abdulrahman
- 17 Jan 2026
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap - Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap, Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) semester 5, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melaksanakan kegiatan psikoedukasi di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Cilacap sebagai bentuk implementasi praktik lapangan dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Non Formal.
Kegiatan ini mengusung tema Self Compassion dan diikuti oleh 20 siswa SMP kelas VII, VIII, dan IX. Kegiatan psikoedukasi ini diselenggarakan oleh mahasiswa BK semester 5 FKIP UNUGHA Cilacap yang terdiri dari Safinatun Najah, Dwi Meilasari, Wafiq Nur Azizah, Rahma Layda, Sarah Sabrina, dan Agristy Ainun Azizah.
Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengenali, menerima, dan bersikap lebih peduli terhadap diri sendiri, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan akademik maupun permasalahan pribadi di usia remaja.
Pemilihan PKBM Annisa Cilacap sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada peran PKBM sebagai satuan pendidikan non formal yang memiliki fungsi strategis dalam memberikan layanan pendidikan alternatif bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan konsep Pendidikan Non Formal secara langsung, terutama dalam memberikan layanan edukatif yang bersifat pengembangan diri dan pencegahan masalah psikososial pada peserta didik.
Rangkaian kegiatan psikoedukasi diawali dengan sesi ice breaking yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta meningkatkan fokus dan kesiapan siswa sebelum memasuki materi inti. Ice breaking dilakukan melalui aktivitas ringan dan interaktif yang melibatkan seluruh peserta, sehingga siswa terlihat lebih rileks, antusias, dan aktif berpartisipasi sejak awal kegiatan.
Setelah suasana kondusif terbentuk, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi psikoedukasi mengenai self compassion. Materi disampaikan oleh mahasiswa BK dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa SMP agar mudah dipahami. Dalam sesi ini, siswa diajak untuk memahami bahwa bersikap baik kepada diri sendiri, tidak menyalahkan diri secara berlebihan ketika melakukan kesalahan, serta menerima kekurangan merupakan bagian penting dari proses tumbuh dan belajar.
Selain pemaparan materi, mahasiswa juga mengajak siswa untuk berdiskusi ringan dengan mengangkat contoh situasi yang sering dialami remaja, seperti kesulitan belajar, rasa minder, tekanan dari lingkungan, serta kegagalan dalam mencapai target tertentu. Diskusi ini bertujuan agar siswa mampu mengaitkan konsep self compassion dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan selanjutnya adalah sesi kartu refleksi sebagai media pendukung pembelajaran. Pada sesi ini, siswa diminta untuk menuliskan perasaan yang sering mereka rasakan, pengalaman yang membuat mereka kurang percaya diri, serta kelebihan dan hal-hal positif yang dimiliki oleh diri mereka masing-masing. Melalui kartu refleksi, siswa diberikan ruang untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan secara lebih terbuka dan personal.
Penggunaan kartu refleksi dinilai efektif dalam konteks pendidikan non formal karena mampu melatih kesadaran diri (self-awareness) serta membantu siswa mengenali kondisi emosionalnya.
Mahasiswa BK juga memberikan penguatan dan apresiasi terhadap setiap refleksi yang disampaikan oleh siswa agar mereka merasa dihargai dan didukung.
Untuk menjaga semangat dan meningkatkan partisipasi aktif siswa, kegiatan ditutup dengan game interaktif berhadiah. Game dirancang sebagai sarana penguatan materi yang telah disampaikan sebelumnya, sehingga siswa dapat mengingat kembali pesan-pesan utama tentang self compassion dengan cara yang menyenangkan.
Siswa terlihat sangat antusias dan aktif mengikuti permainan hingga akhir kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan psikoedukasi berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari siswa PKBM Annisa Cilacap.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BK semester 5 FKIP UNUGHA Cilacap berharap siswa mampu menerapkan nilai-nilai self compassion dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam proses belajar maupun dalam interaksi sosial.
Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, kegiatan ini juga menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik, sosial, dan profesional sesuai dengan tujuan mata kuliah Pendidikan Non Formal serta peran mahasiswa sebagai calon pendidik dan konselor di masyarakat. (Hasan)