Unsoed Berhasil Cetak UMKM Berdaya Saing Nasional

RRI.CO.ID, Banyumas - Prestasi Pusat Inkubator Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta startup berbasis teknologi terus menuai apresiasi.

Ketua Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed, Nur Wijayanti, mengatakan hingga saat ini pihaknya tidak hanya membina UMKM konvensional, tetapi juga fokus mengembangkan UMKM rintisan (startup) yang digagas mahasiswa Unsoed dengan semangat dan inovasi tinggi.

“Di tahun 2024 kami bekerja sama dengan Kementerian UMKM untuk menginkubasi 21 UMKM dan startup berbasis teknologi. Perkembangannya luar biasa, terutama yang digerakkan oleh mahasiswa, bahkan ada yang kini menjadi ikon wirausaha mahasiswa Unsoed,” ujar Nur Wijayanti.

Salah satu UMKM binaan yang menonjol adalah Okazaki Farm, usaha pertanian modern milik Muzakki Lazuardy. Okazaki Farm memproduksi sayuran segar serta olahan sayur dan buah, dan kini telah dipercaya menjadi brand ambassador Kementerian Pertanian.

Selain Okazaki Farm, Inkubator Bisnis LPPM Unsoed juga berhasil mengantarkan UMKM lain menembus pasar nasional hingga internasional. Tak sedikit pula alumni program inkubasi sebelumnya yang kini terlibat dalam pengembangan ekspor melalui berbagai skema pendampingan.

Sementara itu, Owner Okazaki Farm, Muzakki Lazuardy, mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam Pusat Inkubator Bisnis Unsoed berawal dari komunikasi dan hubungan baik dengan sivitas akademika kampus, khususnya dosen-dosen di Fakultas Pertanian.

“Alumni Unsoed yang bergerak di wirausaha, apalagi di bidang pangan dan pertanian, masih sangat sedikit. Karena itu perlu dukungan dan perhatian. Sejak awal saya sering berkonsultasi dengan dosen, sehingga terjalin komunikasi yang baik hingga akhirnya masuk ke Pusat Inkubator Bisnis Unsoed,” jelas Zaki.

Menurutnya, pendampingan yang diberikan tidak hanya berupa edukasi, tetapi juga dukungan jejaring, program, dan kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, alumni, dan universitas.

“Hingga sekarang kegiatan inkubasi masih terus berjalan. Ada kolaborasi yang kuat antara kami sebagai mahasiswa dan alumni dengan pihak universitas melalui Pusat Inkubator Bisnis Unsoed,” tambahnya.

Keberhasilan ini menunjukkan peran strategis Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed dalam mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan ekonomi berbasis UMKM.

Rekomendasi Berita