Geliat Usaha Percetakan di Tengah Kemudahan Digital
- by Damara Abella Sakti
- Editor Candranita Purbani
- 3 Jan 2026
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Kemajuan teknologi digital membawa dampak signifikan bagi pelaku usaha percetakan dan fotokopi di sekitar lingkungan kampus. Salah satunya dirasakan Narso, karyawan usaha fotokopi yang berlokasi di depan Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Banyumas.
Narso menuturkan, momen libur kuliah dan libur sekolah sangat berpengaruh terhadap omzet usaha. Aktivitas fotokopi dan penjilidan menurun drastis karena mahasiswa dan pelajar tidak melakukan kegiatan akademik.
“Kalau libur seperti ini pengaruhnya lumayan, jadi berkurang. Pegawai juga banyak yang cuti, apalagi habis tahun baru,” ujarnya.

Geliat Usaha Percetakan di Tengah Kemudahan Digital (dok.RRI/Damara)
Ia menyebutkan, setelah libur panjang, aktivitas biasanya kembali berjalan secara bertahap. Meski sebagian mahasiswa mulai masuk akhir Januari, namun kegiatan belum sepenuhnya normal hingga menjelang bulan puasa.
Lebih jauh, Narso mengakui perubahan pola belajar akibat digitalisasi sangat memengaruhi usaha percetakan. Jika dahulu mahasiswa banyak menggandakan materi kuliah, modul, hingga soal ujian, kini hampir semuanya dapat diakses melalui ponsel pintar.
“Sekarang zamannya HP. Materi tinggal kirim, belajar juga lewat HP. Foto kopi jadi jarang, pengaruhnya besar, hampir 75 persen,” katanya.
Penurunan tersebut juga terlihat dari jumlah kertas yang digunakan setiap hari. Dalam kondisi normal, ia menyebut penggunaan lima rim kertas sudah tergolong bagus. Namun di masa sepi, bahkan satu rim pun kerap tidak habis.
Saat ini, layanan yang masih cukup membantu pemasukan adalah penjilidan dan pencetakan proposal maupun skripsi mahasiswa. Namun, Narso menilai pemasukan tersebut tidak menentu dan sangat bergantung pada musim akademik.
“Kalau ada proposal atau skripsi lumayan, tapi kalau enggak ada, ya sepi. Kadang sehari satu rim saja enggak habis,” ungkapnya.