Bekam, Terapi Tradisional yang Masih Dipercaya Manfaatnya

  • 11 Feb 2026 09:36 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Terapi bekam hingga kini masih menjadi salah satu pengobatan tradisional yang diminati masyarakat. Metode yang berasal dari Timur Tengah dan Tiongkok ini dipercaya mampu membantu meredakan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari nyeri otot hingga rasa lelah berlebihan.

Berdasarkan kutipan dari World Health Organization (WHO) Benchmarks for Training in Cupping TherapyBekam dilakukan dengan menggunakan cangkir khusus yang ditempelkan pada permukaan kulit. Cangkir tersebut menciptakan tekanan sehingga kulit terhisap. Pada metode tertentu, dilakukan sayatan ringan untuk mengeluarkan darah dari lapisan kulit. Praktik ini telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan masih digunakan sebagai terapi komplementer hingga saat ini.

Sejumlah masyarakat mengaku merasakan tubuh lebih ringan dan rileks setelah menjalani terapi bekam. Tidak sedikit pula yang menjadikannya sebagai bagian dari perawatan kesehatan rutin, terutama untuk mengurangi pegal dan ketegangan otot.

Secara umum, tekanan dari cangkir bekam dapat meningkatkan aliran darah di area tertentu. Peningkatan sirkulasi darah ini diyakini membantu merelaksasi otot yang tegang serta mendukung proses pemulihan jaringan tubuh.

Beberapa manfaat yang sering dirasakan setelah bekam antara lain berkurangnya nyeri otot, meningkatnya rasa nyaman pada tubuh, serta efek relaksasi. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa bekam tidak dapat menggantikan pengobatan medis dan hanya berperan sebagai terapi pendukung.

Agar terapi bekam memberikan manfaat tanpa menimbulkan risiko, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Bekam sebaiknya dilakukan oleh terapis yang memiliki pelatihan dan pemahaman yang memadai. Selain itu, peralatan yang digunakan harus steril dan higienis guna mencegah terjadinya infeksi.

Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan sebelum menjalani bekam. Penderita gangguan pembekuan darah, anemia berat, diabetes yang tidak terkontrol, serta ibu hamil disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan. Bekam juga tidak dianjurkan dilakukan terlalu sering karena tubuh memerlukan waktu untuk memulihkan diri.

Di tengah popularitasnya, terapi bekam kerap diiringi berbagai anggapan yang belum tentu benar. Salah satu fakta yang perlu dipahami, bekam memang memiliki sejarah panjang dan dapat membantu relaksasi otot. Namun, anggapan bahwa darah yang keluar saat bekam adalah racun merupakan mitos. Darah tersebut merupakan darah kapiler, bukan zat beracun.

Selain itu, klaim bahwa bekam mampu menyembuhkan semua penyakit juga tidak tepat. Bekam tidak dapat menggantikan peran pengobatan medis, terutama untuk penyakit kronis atau kondisi serius.

Bekam dapat menjadi pilihan terapi komplementer bagi masyarakat untuk membantu menjaga kebugaran dan meredakan keluhan ringan. Namun, praktiknya harus dilakukan secara aman, higienis, dan disertai pemahaman yang benar. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah penting sebelum menjalani terapi bekam, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....