Para Powerlifting Indonesia Targetkan Juara Umum APG Thailand
- by Danang Sundoro
- Editor Nugroho
- 17 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Nakhon Ratchasima - Tim nasional para angkat berat (Powerlifting) Indonesia menargetkan juara umum ASEAN Para Games (APG) Thailand. Para atlet akan berjuang maksimal mengumpulkan setiap kepingan emas mulai Rabu, 21 Januari 2026 mendatang.
Tim merah putih mengirim 15 lifter terbaik demi membawa pulang delapan medali emas dari negeri gajah putih. Para atlet senior seperti Ni Megah Widiasih, Siti Mahmudah, Ariyanti hingga Nuryani Purba menjadi andalan pendulang medali.
BACA JUGA : Dapur Khusus, Jamin Nutrisi Kontingen Indonesia APG Thailand
Sementara, atlet-atlet debutan sekelas, Delima Yunia, Eliana Hilman dan Muhammad Mabruk Dzakiy siap memberikan kejutan. Target mereka sangat realistis, yakni delapan emas, enam perak, dan satu perunggu.
“Soal peluang, sebetulnya target ini bisa dikatakan mudah sekaligus sulit. Apalagi karena lawan utama yang akan dihadapi tuan rumah. Kami tidak tahu apa saja trik-trik yang disiapkan tuan rumah. Namun, kami sudah mengantisipasinya,” kata Pelatih tim para angkat berat (Powerlifting) Indonesia, Coni Ruswanta di Centre Point Terminal21 Hotel, Sabtu 17 Januari 2026.
Seorang lifter tengah memperhatikan dengan seksama, saat pelatih memberikan arahan kepada lifter lainnya di saat latihan jelang ASEAN Para Games Thailand, Sabtu 17 Januari 2026 , (Foto: RRI/Danang Sundoro)Sebanyak 15 orang lifter nasional siap memperebutkan gelar terbaik melalui total 14 nomor pertandingan olahraga tersebut. Lifter senior maupun debutan saling bahu membahu dalam menghadapi persaingan sangat ketat melawan seluruh atlet tuan rumah.
Jika mencapai target medali, maka Indonesia berpeluang besar menjadi juara umum cabang olahraga para angkat berat APG Thailand. Sebab, cabang olahraga ini total hanya ada 18 nomor yang dipertandingkan di APG ke-13.
“Mungkin ini bisa menjadi peringatan tersendiri bagi Thailand. Mereka tahun ini tidak mengikuti banyak kejuaraan. Saya rasa mereka menyimpan kekuatan untuk ajang ini. Meskipun demikian, kami bisa optimis meraih juara umum di cabor ini. Mohon doanya ya,” ujar Coni Ruswanta.
Pelatih Coni Ruswanta menerapkan skema latihan dengan porsi beban ringan hanya 50 persen kepada seluruh atlet. Program latihan tersebut bertujuan mengembalikan kebugaran otot pasca melakoni perjalanan sangat panjang menuju lokasi wilayah Nakhon Ratchasima.
“Karena sudah ada jadwal latihan dari panitia, kami langsung memaksimalkannya. Latihan di sesi ini juga belum berat, karena beban yang kami berikan hanya 50 persen. Porsi latihan akan kami tingkatkan secara bertahap,” ucapnya.
Diantara sederet atlet senior-junior terdapat, sosok Nurtanti Purba yang mengaku sangat siap tampil, meski usianya 50 tahun. Lifter asal Sumatera Utara itu tetap optimis meraih medali emas perdana melalui kerja keras penuh rasa syukur.
“Alhamdulillah, latihan saya jelang bertanding sudah mulai memuaskan. Mudah-mudahan saya bisa memberikan yang terbaik. Semoga juga bisa mendapatkan medali emas. Yang penting saya berjuang terlebih dahulu untuk Indonesia,” kata Nurtanti.
Peraih dua medali emas pada ajang ASEAN Para Games 2022 di Solo itu sama sekali tak gentar dengan sederet hambatan yang muncul. Awalnya, dia direncanakan turun pada nomor 73 kg putri, tetapi akhirnya harus bergabung dengan nomor +86 kg.
“Kalau soal mental, saya sudah sangat siap, karena saya sudah sering pergi bertanding kesana kemari. Siapapun lawannya nanti, saya siap untuk menghadapinya. Semoga semua atlet tetap semangat untuk Indonesia,” ujar atlet asal Sumatera Utara itu.
Rencananya, cabor para angkat berat di ajang ASEAN Para Games 2025 akan dipertandingkan mulai hari Rabu, 21 Januari 2026 pagi. Seluruh nomor pertandingan akan dilombakan di Centre Point Terminal21 Hotel, Nakhon Ratchasima