Waspada Batu Ginjal, Perhatikan Gaya Hidup
- by Qoriatun Hafizah
- Editor Agoes Santhosa
- 18 Jan 2026
- Mataram
KBRN, Mataram: Penyakit batu ginjal dari tahun ke tahun semakin banyak ditemukan di masyarakat. Penyakit ini bahkan tidak mengenal batas usia, karena dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pola konsumsi makanan dengan kandungan kurang sehat serta kebiasaan kurang mengonsumsi air putih menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus batu ginjal.
Selain itu, perkembangan teknologi yang semakin pesat turut memengaruhi gaya hidup masyarakat. Berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi, seperti transportasi modern, alat bantu pekerjaan, hingga kebiasaan bermain gawai dalam waktu lama, membuat aktivitas fisik manusia semakin berkurang. Kebiasaan duduk berjam-jam dan minim bergerak tersebut menjadi faktor pemicu meningkatnya risiko penyakit batu ginjal.
Dikutip dari laman berita Antara, Guru Besar Bidang Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid Sp.U(K), mengatakan bahwa pola hidup sedentari atau jarang bergerak serta obesitas berperan besar dalam pembentukan batu ginjal. Menurutnya, semakin seseorang mengalami obesitas, maka semakin besar pula kemungkinan terkena batu ginjal. Ia menjelaskan, batu ginjal dapat terbentuk akibat kepekatan urin di dalam ginjal yang disebabkan oleh kurangnya asupan cairan. Pada individu dengan pola hidup sedentari, aktivitas fisik yang minim membuat mereka jarang minum dan berkemih kurang dari 2,5 liter per hari.
Oleh karena itu, Prof. Nur Rasyid menyarankan masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan ginjal melalui medical check-up dan pemeriksaan USG ginjal sebagai langkah deteksi dini. Selain itu, penerapan pola hidup sehat sangat dianjurkan, seperti berolahraga secara rutin, menjaga berat badan ideal, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup guna mencegah penumpukan batu ginjal.