Full Day School SMPN 15 Mataram Berjalan Efektif
- by Kholil Bisri
- Editor Nasrudin
- 19 Jan 2026
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Uji coba kebijakan
full day school mulai diterapkan di Sekolah Menengah Pertama negeri (SMPN) 15 Mataram sejak awal pekan kemarin. Program tersebut masih terus berjalan dan menjadi bagian dari penyesuaian sekolah terhadap sistem lima hari belajar.Pelaksanaan uji coba dilakukan dengan sejumlah persiapan, terutama menyangkut kesiapan peserta didik. Sekolah menilai aspek fisik siswa menjadi faktor utama agar pembelajaran hingga sore hari dapat berjalan optimal.
Kepala SMPN 15 Mataram, Sri Wahyu Indriani, mengatakan kondisi siswa sejauh ini cukup mendukung pelaksanaan
full day school. Ia menyebutkan tidak ada keluhan berarti dari peserta didik selama mengikuti kegiatan belajar.“Kami melihat kesiapan anak-anak sangat baik, terutama dari kondisi fisiknya,” ujar Sri Wahyu Indriani, Senin 19 Januari 2026.
Menurutnya, pemenuhan gizi menjadi faktor penting yang menopang kesiapan tersebut. Selain itu, sekolah mengatur dua kali waktu istirahat untuk menjaga stamina siswa. Pengaturan ini dirancang agar peserta didik tetap fokus mengikuti pembelajaran hingga pukul 15.00 WITA.
Sri Wahyu mengungkapkan pada waktu istirahat pertama, siswa mengonsumsi sarapan bergizi yang dibawa dari rumah. Sementara pada istirahat kedua, sekolah memfasilitasi dengan makanan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah.
“Anak-anak sudah terbiasa dengan pola ini, sehingga tidak kaget mengikuti
full day school,” katanya. Ia menilai kebiasaan tersebut membantu siswa tetap bugar sepanjang hari.Selain aspek fisik, kesiapan sarana pembelajaran juga menjadi perhatian sekolah. SMPN 15 Mataram memastikan seluruh kelas dilengkapi fasilitas pendukung pembelajaran.
Setiap ruang kelas telah disiapkan LCD gantung maupun LCD portable. Menurutnya, fasilitas tersebut memudahkan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.
“Guru bisa langsung menggunakan media pembelajaran sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa penambahan jam belajar tidak menurunkan mutu proses pembelajaran. Guru tetap mengajar dengan metode yang disesuaikan dengan materi dan karakter siswa.
Semenetara itu, respons orang tua terhadap uji coba ini juga terbilang positif. Mereka menilai anak-anak lebih terpantau dan memiliki aktivitas yang jelas selama hari sekolah.
Bahkan, beberapa orang tua turut memberikan dukungan langsung. Ada yang datang ke sekolah membawa makanan dan minuman untuk anak-anak mereka.
“Orang tua merasa anak-anak lebih terkontrol dan penggunaan gawainya berkurang,” ujar Sri Wahyu.
Ia menilai dukungan tersebut menjadi penguat bagi sekolah. Siswa pun terlihat menikmati sistem lima hari sekolah. Tidak adanya pekerjaan rumah menjadi salah satu hal yang disambut positif oleh peserta didik.
Sekolah meminta seluruh tugas diselesaikan di lingkungan sekolah. Jika ada yang belum tuntas, hanya bersifat lanjutan ringan dan tidak berlaku bagi semua siswa.
Ia berharap program ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus pembentukan karakter siswa. Sekolah berkomitmen menjaga kenyamanan dan kesiapan seluruh warga sekolah selama proses berjalan.