Pembaruan Windows 11 Bermasalah, Microsoft Ambil Langkah Antisipatif

RRI.CO.ID,Kupang-Microsoft merilis pembaruan darurat atau o

ut-of-band update untuk memperbaiki dua gangguan serius yang muncul setelah pembaruan keamanan Windows 11 pertama tahun 2026. Masalah tersebut menyebabkan sebagian komputer gagal menyelesaikan proses shutdown serta gangguan akses melalui Remote Desktop.

Menurut

digitaltrends, pembaruan darurat ini telah diluncurkan melalui Windows Update dengan kode KB5077744 dan KB5077797. Tambalan tersebut dirilis di luar jadwal pembaruan reguler Microsoft guna merespons cepat keluhan pengguna.

Dua gangguan utama menjadi sasaran perbaikan. Pertama, pada perangkat Windows 11 versi 23H2 yang menggunakan fitur Secure Launch, sistem dilaporkan gagal melakukan shutdown atau hibernate, dan yang kedua, terjadi kegagalan koneksi dan otentikasi pada aplikasi Remote Desktop yang berdampak pada berbagai platform, termasuk Windows 11 versi 25H2, Windows 10 versi 22H2 ESU, serta Windows Server 2025.

Masalah

shutdown dinilai bukan gangguan sepele karena berpotensi mengganggu stabilitas sistem dan alur kerja pengguna. Sementara itu, gangguan Remote Desktop berdampak luas, mengingat akses jarak jauh banyak digunakan untuk bekerja, pemeliharaan sistem, hingga pemecahan masalah lintas perangkat.

Insiden ini menjadi sorotan karena terjadi pada siklus pembaruan Windows 11 pertama di tahun 2026. Padahal, Microsoft memiliki program Windows Insider yang bertujuan mendeteksi bug sebelum pembaruan dirilis ke publik. Namun, gangguan dengan skala sebesar ini tetap lolos ke pembaruan resmi.

Microsoft menyarankan pengguna yang terdampak untuk segera memeriksa Windows Update dan memasang tambalan darurat tersebut. Setelah pembaruan diterapkan, sistem diharapkan dapat kembali melakukan shutdown dengan normal dan mengembalikan fungsi Remote Desktop.

Bagi pengguna yang belum mengalami gangguan, Microsoft menyarankan tetap waspada. Menunda pemasangan pembaruan baru dalam waktu singkat dapat menjadi langkah antisipatif untuk menghindari potensi masalah, terutama ketika pembaruan menyentuh fitur inti sistem operasi, sementara itu untuk saat ini, langkah praktis yang disarankan sederhana yaitu dengan memperbarui sistem, memastikan fungsi shutdown berjalan normal, dan melanjutkan aktivitas kerja seperti biasa. (JR)

Rekomendasi Berita