Kenali Dulu Manfaat dan Risikonya Terapi Bekam
- 26 Jan 2026 13:29 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana - Bekam, atau cupping therapy, telah menjadi bagian dari pengobatan tradisional selama ribuan tahun,metode ini bekerja dengan cara menciptakan tekanan statis menggunakan cup (cangkir) khusus pada permukaan kulit untuk menarik aliran darah. Meski populer untuk kebugaran, penting bagi Anda untuk memahami dua sisi koin dari terapi ini sebelum melakukannya. Dilansir dari beberapa sumber diantaranya dari situs halodoc.com berikut manfaat dan resiko dari terapi bekam.
Manfaat Bekam bagi Tubuh
Banyak orang memilih bekam sebagai alternatif pemulihan karena berbagai klaim kesehatan yang didukung oleh pengalaman pengguna, di antaranya:
- Relaksasi Otot: Bekam sangat efektif untuk melemaskan otot yang kaku dan meredakan ketegangan saraf, mirip dengan pijat jaringan dalam (deep tissue massage).
- Melancarkan Sirkulasi Darah: Tekanan vakum pada cup membantu meningkatkan aliran darah ke area tertentu, yang dapat mempercepat proses penyembuhan alami tubuh.
- Mengurangi Nyeri Kronis: Terapi ini sering digunakan untuk membantu penderita migrain, nyeri punggung, hingga nyeri leher.
- Detoksifikasi Ringan: Pada bekam basah, pengeluaran darah statis di bawah kulit dipercaya dapat membuang sisa metabolisme yang menyumbat pembuluh darah kapiler.
Risiko dan Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
- Di balik manfaatnya, bekam bukan tanpa risiko, terutama jika dilakukan oleh praktisi yang tidak kompeten atau dalam kondisi lingkungan yang tidak steril:
- Memar dan Perubahan Warna Kulit: Ini adalah efek samping paling umum. Cangkir akan meninggalkan tanda bulat kemerahan atau keunguan yang bisa bertahan hingga 1-2 minggu.
- Risiko Infeksi: Terutama pada bekam basah (yang melibatkan sayatan kecil). Jika alat tidak steril, bakteri atau virus dapat masuk ke aliran darah.
- Luka Bakar Ringan: Jika menggunakan metode bekam api (fire cupping), ada risiko kulit melepuh jika suhu cup terlalu panas.
- Kelelahan atau Pusing: Beberapa orang mungkin merasa lemas atau pening sesaat setelah sesi bekam karena adanya perubahan tekanan darah atau efek setelah pengeluaran darah.
Tips Aman Sebelum Memulai
- Pilih Terapis Berlisensi: Pastikan praktisi memiliki sertifikasi resmi dan memahami anatomi tubuh manusia.
- Cek Kebersihan Alat: Pastikan jarum atau pisau bedah yang digunakan adalah sekali pakai (disposable).
- Kondisi Kesehatan: Hindari bekam jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah, memiliki gangguan pembekuan darah, atau sedang mengalami radang kulit akut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....