Lumajang Dorong Generasi Muda Beridentitas
- by Pemkab Lumajang : Ridwan Effendy
- Editor Sumarsono
- 18 Jan 2026
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Ny. Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, memandang dunia modeling sebagai medium yang efektif dan strategis dalam menanamkan nilai kecintaan terhadap budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Anniversary ke-1 Exotic Model Management di Gedung Pertemuan KH. Abdi Manaf, SMK Muhammadiyah Lumajang, Sabtu (17/1/2026) malam.
Menurut Dewi Natalia, modeling bukan semata ruang ekspresi estetika, melainkan sarana komunikasi budaya yang mampu menjangkau ruang publik secara luas. Melalui busana yang dikenakan, ekspresi yang ditampilkan, hingga sikap di atas panggung, seorang model sejatinya sedang menyampaikan pesan tentang identitas, nilai, dan kebanggaan terhadap daerah asalnya.
“Busana, ekspresi, dan panggung adalah bahasa budaya. Ketika anak-anak muda tampil dengan pemahaman nilai, mereka sedang memperkenalkan Lumajang kepada publik dengan cara yang elegan dan bermakna,” ujarnya.
Ia menilai pendekatan ini menjadi sangat relevan di tengah arus globalisasi yang kerap membuat generasi muda lebih akrab dengan budaya luar dibandingkan warisan lokal. Modeling, apabila dibingkai dengan nilai, justru dapat menjadi jembatan yang mendekatkan anak muda dengan akar budayanya sendiri.
Dewi Natalia menegaskan bahwa promosi Batik Lumajang dan produk UMKM fashion lokal melalui panggung modeling bukan hanya soal pemasaran, tetapi juga bentuk pendidikan kultural. Setiap motif, warna, dan desain menyimpan cerita, nilai kerja keras, serta identitas masyarakat yang perlu dikenalkan secara berkelanjutan.
“Ketika model memahami makna di balik busana yang dikenakan, maka yang ditampilkan bukan hanya keindahan visual, tetapi juga pesan budaya dan kebanggaan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memandang bahwa pembinaan modeling berbasis budaya akan melahirkan generasi muda yang tidak tercerabut dari identitasnya. Kepercayaan diri yang tumbuh akan berjalan seiring dengan rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga serta mempromosikan budaya lokal.
Pada momentum anniversary pertama Exotic Model Management, Dewi Natalia mendorong agar agency tersebut terus menjadikan budaya lokal sebagai ruh dalam setiap proses pembinaan. Menurutnya, konsistensi inilah yang akan menjadikan modeling sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang bernilai dan berkelanjutan.
“Jika modeling mampu menjadi ruang edukasi budaya, maka dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga pada citra daerah secara keseluruhan,” pesannya.
Sementara itu, Founder Exotic Model Management, Hadi Purnomo, menyatakan komitmennya untuk terus menjadikan panggung modeling sebagai ruang ekspresi budaya Lumajang.
“Kami ingin setiap penampilan menjadi cerita tentang Lumajang, tentang budaya, karya, dan kebanggaan lokal yang dibawa oleh anak-anak muda,” ujarnya.
Anniversary ke-1 Exotic Model Management pun menjadi penegasan bahwa dunia modeling, ketika berpijak pada nilai budaya, dapat berperan sebagai medium efektif dalam memperkenalkan identitas Lumajang ke ruang publik yang lebih luas, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan daerahnya. (MC Kab. Lumajang/Ad/An-m)