Gandeng GIZ, Gubernur Pramono Dorong Kota Cerdas-Mobilitas Berkelanjutan
- by Penta Maydita
- Editor Aris Basuki
- 28 Nov 2025
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Gubernur Jakarta, Pramono Anung, melakukan pertemuan strategis dengan pimpinan German Corporation for International Cooperation (GIZ) serta perwakilan Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ) di Rotes Rathaus, Berlin, pada Senin (24/11/2025). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi pembangunan untuk memperluas jejaring dalam tata kelola digital, inovasi perkotaan, dan pengembangan mobilitas berkelanjutan.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Pramono mengapresiasi dukungan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk inisiatif Smart Change. Ia menegaskan, Jakarta tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mitra aktif yang berkontribusi dalam membangun model kota masa depan berbasis inovasi dan kolaborasi global.
“Saya ingin menegaskan bahwa kemitraan antara Jakarta dan Berlin melalui GIZ bukan hanya kerja sama administratif. Ini adalah upaya bersama mendorong batasan inovasi agar kota menjadi lebih manusiawi, inklusif, dan efisien,” ujar Gubernur Pramono.
Adapun salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah penguatan Jakarta Future City Hub, yang kini berkembang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, startup, akademisi, dan masyarakat sipil. Melalui program tersebut, Jakarta bersama GIZ telah menghasilkan 40 rekomendasi kebijakan, mendukung 89 startup, melatih 24 lembaga inkubasi, dan melibatkan lebih dari 15.800 peserta dalam program publik berbasis inovasi.
“Ini adalah fondasi kolaboratif bagi transformasi digital Jakarta ke depan. Kami berkomitmen memastikan The Hub terus hidup, tumbuh, dan menjadi ruang eksperimen kebijakan berbasis data dan inovasi,” katanya.
Selain itu, dialog ini juga membahas rencana perluasan kerja sama pada bidang mobilitas hijau, yang mencakup pengembangan transportasi umum berbasis energi bersih, serta digitalisasi layanan. Jakarta sebelumnya tela menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik pada tahun 2030. Dalam pertemuan ini, Gubernur Pramono pun membuka peluang kerja sama dalam penelitian, proyek percontohan, serta pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan untuk pengelolaan armada dan perencanaan rute.
“Kami melihat potensi kolaborasi dalam digitalisasi TransJakarta, penerapan Mobility as a Service, dan integrasi data lintas moda. Ini bukan hanya membuat transportasi lebih efisien tetapi juga lebih nyaman, lebih mudah diakses, dan lebih ramah lingkungan bagi warga,” ucap Gubernur Pramono.