Inovasi Jamu Bangkitkan Peluang Usaha Baru

KBRN, Jakarta: Aroma jahe dan kunyit kini tidak hanya tercium dari dapur tradisional, tetapi juga dari cafe-cafe kecil disusudt kota. Jamu yang dulu identik dengan warisan leluhur kini menjelma menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat urban.

Perubahan selera ini mendorong banyak pelaku usaha melirik jamu sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Inovasi rasa, kemasan dan konsep penjualan membuat minuman herbal itu kembali digemari lintas generasi.

Dikutip dari laman umkmindonesia.id pada Selasa (13/1/2026) salah satu bentuk inovasi terlihat pada jamu instan sachet dengan rasa kekinian seperti jahe lemon dan kunyit asam madu. Produk ini membuat jamu lebih praktis dikonsumsi tanpa mengurangi manfaat kesehatannya.

Tak hanya itu, warung jamu berkonsep modern juga mulai bermunculan di dekat kampus dan perkantoran. Dengan gelas aesthetic dan ruang nyaman, jamu pun berubah menjadi teman ngobrol di sela aktivitas harian.

Sensasi segar juga hadir lewat jamu cold brew botolan yang bisa langsung diminum kapan saja. Minuman ini menjadi alternatif sehat bagi masyarakat kota yang terbiasa mengonsumsi minuman kemasan.

Paket jamu untuk ibu pasca melahirkan pun tidak luput dari perhatian. Paket jamu pemulihan tubuh yang dikemas rapi kini menjadi bentuk layanan kesehatan tradisional yang lebih terstruktur.

Disisi lain, peluang ekspor jamu herbal premium juga semakin terbuka lebar. Produk berbasis jahe, kunyit dan rempah Nusantara mulai diminati pasar internasional yang menggemari bahan alami.

Tak kalah menarik, workshop meracik jamu mulai berkembang sebagai bagian dari wisata edukasi. Pengunjung tidak hanya mencicipi, tetapi juga memahami filosofi dan manfaat jamu secara langsung.

Dari sachet hingga wisata herbal, jamu membuktikan dirinya mampu beradaptasi dengan zaman. Warisan tradisional kini berdiri sebagai peluang usaha yang menjanjikan sekaligus simbol kebangkitan kearifan lokal, pendekatan modern dinilai mampu memperluas pasar jamu hingga ke generasi muda.

(FitriYanti Puspita Dewi - Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Rekomendasi Berita