Ini Rahasia di Balik Warna-warni Anak Ayam di Pasar
- by Nurul Hidayati
- Editor Aris Basuki
- 18 Jan 2026
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta : Mungkin kita pernah lihat anak ayam warna-warni di pasar yang diperjual belikan, dan kita juga tahu ada yang suka karena lucu dan imut, dan ada yang kontra dengan pewarnaan anak ayam warna-warni ini, karena kasihan ayam kecil di warnai dengan zat kimia sampai tidak ada kekuatan imun bagi si anak ayam dan biasanya mati kurang dalam satu minggu. Tapi apakah ada yang tahu bahwa di balik warna warni ayam tersebut ada cerita kelam di industri peternakan.
Anak ayam yang di berikan warana warni itu yang di jual pasar adalah limbah penetasan. faktanya anak ayam tersebut lahir setiap tahun dan banyak yang di anggap tidak berguna oleh industri unggas, mayoritas anak ayam warna warni ini berasal dari buangan Hetchery besar mereka adalah anak ayam jantan dari ras petelur karena ayam jantan tidak bisa bertelur, badannya kecil serta pertumbuhan daging lambat dan tidak ekonomis untuk di jual. Industri menganggap mereka sisa produksi banyak perusahaan enggan mengolahnya menjadi produk lain karena biaya tinggi dan fasilitas terbatas. Agar bisa bernilai ekonomi, pedagang biasanya mengecat anak ayam ini menjadi warna-warni untuk menarik pembeli terutama anak-anak. Sayangnya warna yang digunakan sringkali bukan pewarna makanan, melainkan pewarna tekstil, yang membahyakan kesehatan ayam, penyebab stres, iritasi hingga kematian.
Di negara maju praktik ini sudah dilarang dan digantikan dengan teknologi seperti ‘in ovo sexing’ untuk mendeteksi jenis kelamin ayam sebelum menetas. Sementara di Indonesia belum ada regulasi khusus yang melarang pewarnaan tersebut, meski secara prinsip bertentangan dengan kesejahteraan hewan.
Jadi ayam warna-warni memang bukan sekedar mainan atau hiburan mereka adalah simbol limbah dalam industri perunggasan. (sumber dari tiktok)