Mitigasi Cuaca Ekstrem, BPBD Jakarta Gencarkan Operasi Modifikasi-Cuaca

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta terus menggencarkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima RRI Jakarta, pada Senin 19 Januari 2026, Operasi Modifikasi Cuaca ini dilaksanakan selama tujuh hari, mulai 16 hingga 22 Januari 2026. Kegiatan operasi yang dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur ini melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Pada Sabtu, 17 Januari 2026 lalu, penyemaian awan difokuskan pada wilayah perairan utara Pulau Jawa. Bahan yang digunakan adalah Natrium Klorida (NaCI) seberat 2.400 kilogram, dengan ketinggian terbang pesawat pada 8.000 hingga 12.000 kaki.

Bahan semai akan meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya, sehingga presipitasi dapat terkonsentrasi di wilayah perairan. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan fokus penyemaian di wilayah perairan merupakan langkah strategis untuk mengendalikan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat sebelum mencapai wilayah daratan.

“Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca hari kedua ini difokuskan di perairan utara Pulau Jawa untuk meluruhkan awan hujan yang berpotensi bergerak ke wilayah daratan Jakarta. Dengan demikian, diharapkan curah hujan dapat terkonsentrasi di perairan dan risiko genangan maupun banjir di wilayah DKI Jakarta dapat ditekan,” kata Yohan dalam keterangan pers.

Yohan menambahkan bahwa seluruh kegiatan OMC dilaksanakan berdasarkan hasil analisis meteorologi terkini dan pemantauan dinamika atmosfer secara berkelanjutan oleh BMKG. BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian hingga 22 Januari 2026 untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer.

Rekomendasi Berita