Guru Dalami Materi Penyakit Kardiometabolik Infeksi Menular Seksual

RRI.CO.ID, Gorontalo - Puluhan guru biologi dari berbagai sekolah SMA/SMK di Gorontalo mengikuti pendalaman materi biologi kesehatan aplikatif, penyakit kardiometabolik infeksi menular seksual yang diselenggarakan Universitas Ciputra Surabaya bersama Penerbit Buku Erlangga.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Kota Gorontalo dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo yang diwakili Sekretaris dinas Rudi Daenunu.

Dalam sambutannya Rudi mengapresiasi Universitas Ciputra Surabaya dan Erlangga yang telah menyelenggarakan pendalaman ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kompetensi para guru biologi.

“Kegiatan ini strategis, yang menunjukan kolaborasi pemerintah, akademisi dan swasta. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Rudi, Rabu 21 Januari 2026.

Rudi berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan dan kualitas para guru sehingga dapat menghasilkan

output peningkatan kapasitas pendidikan.

“Melalui kegiatan ini peserta bisa memutahirkan ilmu dan metodenya. Karena pada akhirnya kita ini dihitung pada hasil belajar siswa, yang kita akumulasi pada Tes Kemampuan Akademiknya,” harap Rudi.

Perwakilan Erlangga Ramdan menyampaikan kegiatan ini merupakan kedua kali dilaksanakan. Pada pendalaman materi ini menghadirkan pemateri sekaligus narasumber Dr Hebert Adrianto dari Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya.

“Kegiatan ini diadakan oleh Universitas Ciputra Surabaya, terkait pendalaman materi untuk guru-guru biologi, khususnya untuk guru-guru SMA/SMK. Sehingga melalui kegiatan ini mereka memberikan materi terkait dengan beberapa penyakit, kepada guru-guru biologi,” ungkapnya.

Ramdan juga membuka kesempatan bagi pemerintah maupun guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), yang ingin menyelenggarakan kegiatan pendalaman dengan menghadirkan narasumber sesuai dengan mata pelajarannya.

“Kami berharap semoga dengan adanya kegiatan ini, itu bisa meningkatkan nilai TKA siswa-siswi di Gorontalo. Sehingga anak-anak Gorontalo bisa bersaing hingga ke kancah nasional,” pungkasnya. (mcgorontaloprov/pjk6)

Rekomendasi Berita