UMKM Kain Klungkung Jaga Kualitas Produksi

KBRN, Klungkung: Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kain di Kabupaten Klungkung terus berupaya menjaga kualitas produksi di tengah berbagai tantangan struktural yang dihadapi industri kerajinan tekstil lokal. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan kebutuhan pasar sekaligus menjaga keberlanjutan.


Pelaku UMKM Bintang timur, I Made Suwebawa kepada RRI mengungkap, ketersediaan bahan baku juga menjadi perhatian dalam menjaga konsistensi mutu. Pelaku UMKM kain Klungkung memanfaatkan bahan lokal sebagai elemen utama produksi, sementara beberapa bahan pendukung tertentu diperoleh dari luar daerah atau impor secara terbatas.


“Khusus untuk benang semua import, karena untuk benang kualitas kami jaga dari India, ada dari China. Sedangkan untuk warna beli berupa bahan di Jawa dan Solo,” ujarnya pada Minggu (04/01/2026).


Made Suwebawa menambahkan, salah satu tantangan utama yang dihadapi UMKM kain Klungkung adalah keterbatasan tenaga kerja terampil. Minimnya regenerasi perajin menyebabkan proses produksi memerlukan pengelolaan yang lebih efisien tanpa mengurangi standar mutu.


Dalam kondisi tersebut, pelaku UMKM menerapkan pengaturan waktu kerja yang fleksibel serta pembagian tahapan produksi secara selektif agar kualitas akhir produk tetap terjaga.


“Tantangan yang paling besar dihadapi yakni tenaga kerja, kebetulan beberapa tenaga kerja dari Desa dengan beragam kegiatan, sehingga pembagian waktu masih belum maksimal sejauh ini,” ucapnya.


Made Suwebawa menegaskan, faktor sumber daya manusia, Penggunaan bahan pendukung tersebut dilakukan secara terukur untuk menunjang ketahanan, presisi, dan nilai estetika produk tanpa menghilangkan karakter lokal kain Klungkung. Dari sisi proses, pengendalian kualitas diterapkan pada setiap tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan, teknik pengerjaan, hingga tahap penyelesaian akhir.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita