Fakta Menarik Hot Pot, Kuliner Tiongkok yang Mendunia
- 21 Jan 2026 12:09 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Hot pot menjadi salah satu hidangan yang kian populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di balik rasanya yang lezat dan cara penyajiannya yang unik, makanan berkuah asal Tiongkok ini menyimpan sejumlah fakta menarik yang belum banyak diketahui masyarakat.
Hot pot diketahui telah ada sejak lebih dari 1.000 tahun lalu. Hidangan ini berupa rebusan kaldu yang diisi aneka daging, sayuran, dan bahan lainnya, lalu dimasak langsung di meja makan.
Selain dikenal nikmat, hot pot juga kerap dianggap sebagai makanan yang relatif sehat. Alasannya, karena menggunakan bahan segar dan proses memasak yang sederhana.
Berikut sejumlah fakta menarik tentang hot pot yang patut diketahui:
Identik dengan Musim Dingin
Sejak dahulu, hot pot dikenal sebagai makanan yang kerap disantap saat musim dingin. Kuah kaldu panas yang melimpah menjadikan hidangan ini dipercaya mampu menghangatkan tubuh di tengah suhu dingin ekstrem.
Masyarakat tradisional Tiongkok menjadikan hot pot sebagai menu andalan ketika musim dingin tiba. Selain kuahnya yang panas, cita rasa pedas pada beberapa jenis hot pot juga membantu memberikan sensasi hangat bagi tubuh.
Berawal dari Bangsa Mongolia
Sejarah mencatat, hot pot pertama kali ditemukan oleh penunggang kuda bangsa Mongolia sekitar 1.000 tahun lalu, saat mereka melakukan invasi ke wilayah Tiongkok.
Kala itu, para prajurit Mongolia tidak membawa peralatan masak karena dianggap merepotkan. Mereka beranggapan kebutuhan makanan dapat dipenuhi dari wilayah yang akan ditaklukkan. Namun, situasi tidak berjalan sesuai rencana. Rombongan tersebut terjebak dan kesulitan mendapatkan makanan.
Dalam kondisi kelaparan dan tanpa alat masak, para prajurit memanfaatkan topi baja yang mereka kenakan sebagai wadah untuk merebus air. Berbagai bahan makanan yang ditemukan kemudian dimasukkan ke dalam air mendidih tersebut. Cara sederhana inilah yang diyakini menjadi cikal bakal hot pot.
Memiliki Beragam Variasi
Seiring waktu, hot pot berkembang menjadi hidangan dengan banyak variasi, tergantung wilayahnya. Setiap daerah di Tiongkok memiliki ciri khas tersendiri dalam penyajian hot pot.
Di Beijing, hot pot domba menjadi salah satu yang paling populer. Sementara itu, di Hong Kong, hot pot berbahan dasar daging sapi lebih digemari. Adapun wilayah Sichuan dikenal dengan hot pot bercita rasa pedas ekstrem dan penggunaan bahan yang tidak biasa, seperti usus sapi bagian pinggang.
Keberagaman inilah yang membuat hot pot terus digemari dan berkembang hingga ke berbagai belahan dunia. Dengan sejarah panjang dan variasi yang kaya, hot pot bukan sekadar makanan, melainkan juga bagian dari budaya kuliner Tiongkok yang terus bertahan hingga kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....