Kondisi yang Perlu Diperhatikan Selama Bekerja Saat Hamil
- by Ariani Kusumawati.Penyiar
- Editor Irsyad
- 21 Jan 2026
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kehamilan bukan alasan untuk berhenti beraktivitas, termasuk bekerja. Namun, agar tetap nyaman dan tidak mudah lelah, ibu hamil perlu mengetahui tips-tips sederhana yang bisa membuat hari kerja lebih ringan dan menyenangkan. Dikutip dari alodokter berikut adalah beberapa kondisi yang perlu diperhatikan selama bekerja saat hamil:
1. Mual dan muntah
Mual dan muntah adalah salah satu kondisi umum yang banyak dialami oleh ibu hamil. Meski biasanya mual dan muntah terjadi di pagi hari (morning sickness), beberapa ibu hamil bisa mengalaminya sepanjang hari, termasuk selama bekerja.
Mual dan muntah saat hamil diperkirakan terjadi karena perubahan hormon yang meningkat. Selain itu, ibu hamil juga bisa lebih sensitif terhadap aroma tertentu atau bau tidak sedap sehingga lebih mudah merasakan mual dan muntah. Jika ini terjadi, Bumil mungkin menjadi tidak nyaman, tidak fokus, dan bahkan tidak nafsu makan sehingga tidak bisa bekerja atau menjalani aktivitas di kantor dengan maksimal.
2. Mudah lelah
Mudah lelah saat hamil juga merupakan kondisi yang normal, terutama selama trimester pertama dan ketiga. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon kehamilan yang dapat mengakibatkan berkurangnya energi, perubahan suasana hati, dan gangguan pola tidur. Selain perubahan hormonal, berkurangnya energi saat hamil juga bisa terjadi akibat stres dan rasa cemas yang meningkat, apalagi jika ditambah stres karena pekerjaan. Kondisi inilah yang kemudian bisa membuat Bumil tidak optimal dalam melakukan pekerjaan.
3. Mudah sakit
Pada dasarnya, ibu hamil memang lebih rentan mengalami sakit karena infeksi virus atau bakteri. Salah satu alasan utamanya adalah karena perubahan hormon dan penurunan fungsi sistem imunitas tubuh saat hamil.
4. Lebih sulit menjaga keseimbangan
Saat memasuki usia kehamilan 15 minggu atau bulan ke-4, ibu hamil biasanya akan lebih sulit untuk menjaga keseimbangan tubuh. Hal ini terjadi karena tubuh melepaskan lebih banyak hormon relaksin, hormon yang mengendurkan sendi dan otot panggul untuk menciptakan ruang bagi janin yang sedang tumbuh.
Tidak hanya di panggul, hormon relaksin juga dapat berpengaruh pada ligamen di pinggul, lutut, dan pergelangan kaki, sehingga ibu hamil menjadi cenderung goyah dalam berjalan. Hal ini dapat mengganggu ibu hamil yang pekerjaannya membutuhkan banyak gerak.