Kurang Tidur Gen Z Picu Penyakit Kronis

  • by
  • Editor LN. Antonia Sinaga
  • 19 Jan 2026
  • Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tren begadang dan kurang tidur yang kini marak di kalangan generasi Z mulai menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan medis. Kebiasaan "ngantukkan" atau terus merasa mengantuk akibat kurang tidur tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit kronis.

Dokter Putri Santri mengungkapkan bahwa gangguan tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang. Kurang tidur memicu berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung koroner. Selain itu, hormon tubuh juga terganggu.

Salah satunya bisa menyebabkan peningkatan nafsu makan yang berujung pada obesitas. Tak hanya secara fisik, dampak kurang tidur juga menyerang kondisi mental. Menurutnya gejala yang sering muncul di antaranya mudah lupa, sulit berkonsentrasi, dan merasa lelah sepanjang hari.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan depresi. Ia juga menambahkan bahwa tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting, khususnya bagi generasi muda yang sedang dalam masa produktif.

Generasi Z perlu lebih sadar bahwa tidur bukan hanya soal istirahat, tapi bagian penting dari menjaga kesehatan. Normalnya waktu tidur dalam sehari adalah 7-8 jam. jika kurang dari waktu tidur tersebut maka harus lebih berhati-hati dengan penyakit-penyakit yang akan terkena pada tubuh dan menurunkan kinerja sehari-hari.

Rekomendasi Berita