Bedah Robotik Jarak Jauh Mulai Digunakan Rumah Sakit

KBRN, Batam: Teknologi robot bedah berbasis jaringan 5G kini telah melakukan 150 prosedur operasi selama setahun terakhir. Data medis menunjukkan tingkat akurasi pemotongan jaringan menggunakan lengan robot mencapai presisi 0,1 milimeter.

Sistem ini memungkinkan dokter spesialis melakukan tindakan operasi dari jarak lebih dari 500 kilometer. Keberhasilan ini didukung oleh latensi jaringan yang sangat rendah, yakni hanya di bawah lima milidetik saja.

Penggunaan robotik mampu mengurangi durasi rawat inap pasien dari lima hari menjadi hanya dua hari. Data efisiensi ini menjadi daya tarik utama bagi rumah sakit besar untuk mengadopsi teknologi bedah hibrid.

Nilai pasar global untuk perangkat robot bedah ini diprediksi menembus 15 miliar dolar pada 2026. Pertumbuhan tahunan sebesar 12 persen didorong oleh permintaan prosedur operasi minimal invasif yang semakin tinggi.

Inovasi ini tidak hanya meningkatkan keselamatan pasien tetapi juga mengurangi kelelahan fisik bagi para tenaga medis. Integrasi kecerdasan buatan dalam sistem robotik tersebut membantu dokter memprediksi potensi pendarahan selama proses operasi.

Rekomendasi Berita