RRI.CO.ID, Serang: Dalam kehidupan sehari-hari, istilah stres dan cemas kerap digunakan bergantian, meskipun keduanya memiliki makna psikologis berbeda. Namun demikian, pemahaman yang kurang tepat sering membuat seseorang sulit mengenali kondisi mental yang sedang dialaminya.
Stres umumnya muncul sebagai respons terhadap tekanan atau tuntutan tertentu, baik dari pekerjaan, sekolah, maupun lingkungan sosial. Sementara itu, cemas lebih berkaitan dengan perasaan khawatir berlebihan yang berlangsung terus-menerus, bahkan tanpa pemicu yang jelas.
Psikolog Klinis Dewasa, Teresa Indira Andani menjelaskan, stres biasanya bersifat situasional dan berkaitan langsung dengan suatu peristiwa.
Baca juga:
Stres Kerja Berlebihan Bisa Sebabkan Gangguan Mental“Kalau stres, pemicunya biasanya jelas dan dapat diidentifikasi, misalnya deadline atau konflik tertentu.” ujarnya dalam Siniar Youtube
I Am Okay berjudul First Aid Untuk Mental: Tips Kilat Saat Stress Melanda, yang dikutip RRI pada Selasa, 20 Januari 2026.Sebaliknya, kecemasan dapat bertahan lebih lama meskipun situasi pemicu telah berlalu atau bahkan tidak diketahui. “Cemas seringkali berupa antisipasi berlebihan terhadap hal yang belum tentu terjadi,” katanya.
Meskipun demikian, stres dan cemas kerap saling berkaitan serta dapat muncul bersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, apabila tidak dikelola dengan baik, keduanya berpotensi memengaruhi konsentrasi, emosi, hingga kesehatan fisik.
Baca juga:
Cara Kelola Stres, Gen Z Wajib TahuSelain itu, reaksi tubuh terhadap stres dan cemas juga memiliki kemiripan, seperti jantung berdebar atau sulit tidur. Namun demikian, intensitas serta durasi gejala kecemasan cenderung lebih menetap dibandingkan respons stres yang bersifat sementara.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengenali emosi sejak dini agar dampak psikologis tidak berkembang menjadi gangguan mental. Dengan kesadaran tersebut, respons yang lebih sehat dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko masalah mental jangka panjang dapat ditekan.
Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan mampu membedakan stres dan cemas secara lebih bijak. Selain itu, kesadaran ini menjadi langkah awal penting dalam menjaga kesehatan mental secara berkelanjutan.