Dinamika dan Alot Warnai Musda Perbasi Jabar
- 14 Feb 2026 21:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Musyawarah Daerah (Musda) yang kerap diwarnai intrik, adu argumentasi, dan perbedaan pandangan, dinamika dalam forum organisasi menjadi hal yang lumrah. Sepanjang tetap berada dalam koridor aturan organisasi, perdebatan justru dinilai sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat.
Situasi tersebut turut mewarnai Musda Perbasi Jawa Barat yang digelar di Karsaland, kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 14 Februari 2026. Forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi itu berlangsung dinamis, khususnya saat memasuki agenda sidang pleno.
Ketua Perbasi Jabar terpilih, Epriyanto Kasmuri, mengakui jalannya sidang pleno berlangsung cukup alot. Pembahasan tata tertib hingga penetapan calon ketua menjadi momen yang paling menyita perhatian peserta.
“Muncul dinamika cukup alot. Tadi ada sidang pleno satu dan sidang pleno dua. Saya sendiri tidak mengikuti seluruh rangkaian sidang secara detail, namun pembahasan tata tertib hingga penetapan calon memang cukup menegangkan,” ujar Epriyanto.
Bahkan, situasi sempat memanas ketika sejumlah pengurus cabang (pengcab) dan pengurus kota (pengkot) memilih melakukan walkout. Meski demikian, forum akhirnya kembali kondusif dan mampu memenuhi ketentuan kuorum menjelang penutupan sidang.
“Alhamdulillah pada pukul 16.30 sudah memenuhi kuorum 50 plus 1. Dari total 26 pemilik hak suara, sebanyak 15 kabupaten/kota menyatakan dukungan, sehingga melebihi batas minimal 14 suara,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, Epriyanto ditetapkan sebagai calon tunggal dan terpilih secara aklamasi. Ia menyebut dukungan mayoritas peserta menjadi amanah besar untuk memimpin Perbasi Jabar selama empat tahun ke depan.
“Alhamdulillah saya ditetapkan sebagai calon tunggal dan terpilih secara aklamasi oleh rekan-rekan yang hadir. Dukungan 15 suara sudah melampaui ketentuan 50 plus 1,” katanya.
Terkait persyaratan pencalonan, Epriyanto memastikan seluruh tahapan telah dilalui sesuai mekanisme. Meski sempat ada dua poin persyaratan yang diprotes dan kemudian dianulir, hal tersebut tidak memengaruhi keabsahan proses.
“Persyaratan sudah saya penuhi, termasuk administrasi dan pembayaran pendaftaran. Ada dinamika, tapi tidak menjadi kendala berarti,” tuturnya.
Ke depan, ia berkomitmen merangkul seluruh pengcab dan pengkot tanpa membedakan pilihan politik organisasi saat Musda. Ia menegaskan prinsip kesetaraan akan menjadi dasar kepemimpinannya.
“Saya akan memberikan lisensi wasit gratis untuk dua orang di setiap pengcab dan pengkot, tanpa melihat mereka mendukung atau tidak. Semua 27 kabupaten/kota akan diperlakukan sama,” tegasnya.
Dalam proses pembentukan kepengurusan, Epriyanto langsung menunjuk dua tim formatur, yakni Henry Yudi dan Dian. Ia memastikan seleksi calon pengurus dilakukan secara profesional melalui mekanisme wawancara langsung.
“Saya akan melakukan interview one-on-one. Jadi tidak asal memilih karena mendukung saya, tapi melihat kesesuaian visi dan misi,” jelasnya.
Epriyanto diberi waktu 14 hari untuk menyusun struktur kepengurusan sebelum diajukan ke KONI untuk mendapatkan rekomendasi dan selanjutnya diterbitkan SK dari DPP. Ia menargetkan pelantikan digelar pada April mendatang, setelah Idulfitri, sembari menyiapkan program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan atlet, serta penguatan kemitraan media.
“Kita akan bekerja sama dengan universitas, rumah sakit, BPJS Ketenagakerjaan, serta memperkuat kemitraan dengan media. Saya ingin organisasi ini terbuka dan profesional,”tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....