Dedikasi Ketua Umum PESTI Jabar Bagun Prestasi

  • 13 Feb 2026 12:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sekretaris Umum Persatuan Soft Tenis Indonesia (PESTI) Jawa Barat, Hendra Guntara, menegaskan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Piala ePPsi 2026 menjadi momentum strategis kebangkitan soft tennis di Jawa Barat. Ia menilai ajang tersebut tidak sekadar agenda kompetisi tahunan, melainkan bagian dari langkah besar memperkuat fondasi organisasi dan sistem pembinaan.

Menurut Hendra, komitmen tersebut merupakan arahan langsung dari Ketua Umum PESTI Jawa Barat dalam membangun kekuatan jangka panjang. “Melalui Piala ePPsi 2026, komitmen ketua umum soft tennis ingin membangun fondasi yang kokoh. Dengan dukungan dana pembinaan dan peralatan internasional, serta ekspansi Pengcab hingga akhir 2026, kami optimistis soft tennis Jawa Barat akan semakin kompetitif di tingkat nasional,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, momentum kejuaraan ini harus dimaknai lebih luas dari sekadar perebutan gelar juara. Kejurprov, kata dia, menjadi instrumen konsolidasi organisasi sekaligus evaluasi sistem pembinaan yang telah berjalan.

“Momentum ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi bagaimana kita memperkuat organisasi dan memastikan pembinaan berjalan sistematis,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, panitia Kejurprov Piala ePPsi 2026 mengalokasikan dana pembinaan sebesar Rp50 juta. Anggaran tersebut difokuskan untuk memberikan apresiasi kepada atlet peraih medali sekaligus mendorong percepatan regenerasi di tingkat kabupaten dan kota.

Hendra menuturkan, bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja keras atlet selama proses latihan hingga pertandingan. “Kami ingin atlet merasakan bahwa prestasi mereka dihargai, sehingga motivasi untuk terus berkembang semakin kuat,” katanya.

Selain penghargaan bagi atlet, organisasi juga memberikan dukungan kepada empat Pengurus Cabang (Pengcab) baru yang resmi bergabung. Masing-masing Pengcab menerima dana pembinaan sebesar Rp10 juta untuk mempercepat pengembangan struktur organisasi dan pencarian bibit atlet di daerah.

“Bantuan Rp10 juta bagi setiap Pengcab baru adalah investasi kami agar soft tennis berkembang merata hingga ke seluruh pelosok Jawa Barat,” tutur Hendra.

Dari sisi prasarana, PESTI Jawa Barat mendistribusikan 60 unit raket guna menunjang kualitas latihan atlet. Sebanyak 40 raket impor standar turnamen internasional berasal dari Pengprov PESTI Jabar, sementara 20 raket lainnya merupakan dukungan dari Pengurus Pusat.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan adaptasi atlet terhadap peralatan profesional. “Kami ingin memastikan atlet tidak hanya punya semangat, tetapi juga fasilitas yang layak dan sesuai standar dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra mengungkapkan bahwa Ketua PESTI Jawa Barat, Andi Garna, menunjukkan komitmen penuh dalam memajukan soft tennis daerah.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan atlet dan pelatih, pemberian uang saku bagi atlet, pelatih dan ofisial, serta bantuan perlengkapan lengkap termasuk bola dan pompa. “Total dukungan pembinaan yang digelontorkan bahkan lebih dari Rp100 juta. Rp50 juta untuk juara, Rp40 juta untuk empat Pengcab baru masing-masing Rp10 juta, serta uang saku untuk seluruh atlet, pelatih dan ofisial. Ini bukti bahwa kepemimpinan Pak Andi benar-benar all out untuk kemajuan soft tennis Jabar,” tegasnya.

Kesuksesan Kejurprov Piala ePPsi 2026 juga didukung para mitra strategis, seperti ePPsi/PT Central Asesmen Indonesia, Nagabendu Technologies, Bank BNI Regional Wilayah 04 Bandung, serta 18 Comm. Hendra berharap kolaborasi ini menjadi model sinergi berkelanjutan antara organisasi olahraga dan dunia usaha dalam membangun prestasi yang berkesinambungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....