Perjuangan Azwir Membangun Syamil Akikah dari Nol
- by Lismawarni Arachman
- Editor Munzir Permana
- 20 Jan 2026
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh -Perjalanan membangun usaha tidak selalu dimulai dengan modal besar. Kisah itu tercermin dari perjuangan Azwir, pendiri Syamil Akikah, yang merintis usaha peternakan kambing dan produk susu kambing dari keterbatasan hingga mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan.
Dalam dialog UMKM Talks RRI Banda Aceh, Senin (19/1/2026), Azwir mengungkapkan bahwa usaha Syamil Akikah bermula dari ketertarikannya pada dunia pertanian dan peternakan, meski latar belakang akademiknya bukan peternakan. Setelah menempuh pendidikan pertanian, Azwir memulai usaha dengan modal yang sangat terbatas, bahkan hanya berbekal dua ekor kambing betina hasil pinjaman dana dari keluarga.
“Awalnya saya hanya beternak kambing secara breeding. Pelan-pelan berkembang, meski sempat jatuh bangun,” ujar Azwir.
Perjalanan tersebut tidak mudah. Azwir mengaku pernah mengalami kerugian besar akibat kematian ternak, penipuan dalam kerja sama penjualan kambing, hingga tekanan ekonomi yang membuatnya hampir menyerah. Namun, menurutnya, kegigihan dan kesabaran menjadi kunci utama untuk tetap bertahan.
“Saya sempat down, tapi kalau berhenti artinya gagal total. Saya memilih terus berjalan, belajar dari kesalahan,” katanya.
Seiring waktu, Azwir mulai mengembangkan usahanya ke sektor
akikah siap saji, hingga akhirnya melihat peluang baru pada susu kambing. Ia menilai susu kambing memiliki potensi besar karena manfaat kesehatannya dan masih terbatasnya produsen lokal di Aceh. Proses pengembangan produk susu kambing pun tidak singkat, memakan waktu bertahun-tahun melalui berbagai uji coba jenis kambing dan pola perawatan.“Awalnya susu itu hanya untuk konsumsi keluarga. Setelah merasakan manfaatnya, baru saya berani pasarkan,” jelasnya.
Saat ini, Syamil Akikah berlokasi di Desa Mon Alu, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar
, dengan total sekitar 60 ekor kambing, termasuk kambing perah dan kambing akikah. Produk susu kambing Syamil dipasarkan dalam bentuk susu murni cair, tanpa pengolahan bubuk, dan telah mengantongi izin usaha serta sertifikasi halal.Azwir menuturkan, susu kambing memiliki keunggulan dibandingkan susu sapi, di antaranya lebih mudah dicerna, jarang menimbulkan alergi, serta baik untuk kesehatan tulang, pencernaan, dan sistem imun. Produk susu Syamil saat ini telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Aceh, seperti Aceh Timur dan Nagan Raya.
Dalam dialog tersebut, Azwir juga menekankan pentingnya legalitas usaha dan peningkatan kualitas sebagai bagian dari inovasi UMKM. Ia berharap ke depan produk Syamil dapat menembus pasar luar Aceh, bahkan nasional.
Menutup perbincangan, Azwir berpesan kepada generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha agar tidak mudah menyerah.
“Kunci usaha itu niat, sabar, dan konsisten. Jangan cepat ganti bidang. Bertahanlah, karena hasil tidak datang instan,” katanya.
Kisah Syamil Akikah menjadi gambaran nyata bahwa UMKM lokal dapat tumbuh melalui ketekunan, pembelajaran berkelanjutan, dan kepercayaan pada proses, meski berawal dari keterbatasan.