CFD Banda Aceh Jadi Motor Penggerak UMKM Lokal
- by Sadhali
- Editor Munzir Permana
- 4 Jan 2026
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap akhir pekan di Kota Banda Aceh dinilai memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pedagang kuliner lokal.
Salah seorang pedagang kuliner UMKM, Yulizar, mengatakan CFD menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang karena tingginya jumlah pengunjung yang datang setiap minggu.
“Acara Car Free Day ini sangat bagus. Pertama, UMKM bisa berkembang karena pengunjungnya ramai. Kedua, masyarakat Banda Aceh yang libur bisa datang bersama keluarga untuk berolahraga dan menikmati waktu santai,” ujar Yulizar, Minggu (4/1/2025).
Menurutnya, CFD tidak hanya menjadi sarana olahraga bagi warga, tetapi juga tempat berburu jajanan khas daerah pada hari libur. Hal tersebut berdampak langsung pada peningkatan omzet pedagang.
“Untuk tingkat penjualan lumayan tinggi, karena kebanyakan yang dijual di sini jajanan lokal. Pengunjungnya bukan hanya warga Banda Aceh, tapi juga masyarakat luar daerah dan wisatawan,” jelasnya.
Yulizar menambahkan, lokasi CFD yang berada di pusat kota dan dekat dengan sejumlah hotel turut mendukung daya tarik kegiatan tersebut. Wisatawan yang menginap di hotel sekitar kawasan CFD, kata dia, kerap tertarik untuk mencicipi kuliner khas Aceh.
“Banyak tamu hotel yang ingin merasakan makanan khas kita. Selain kuliner lokal, juga ada makanan nusantara lainnya,” katanya.
Ia menilai CFD kini telah menjadi salah satu ikon Kota Banda Aceh karena mampu menggabungkan gaya hidup sehat dengan penguatan ekonomi masyarakat.
“Selain menyehatkan, kegiatan ini juga meningkatkan ekonomi warga, terutama UMKM. Saya pikir ini sudah jadi ikon Banda Aceh. Bahkan daerah lain juga mulai meniru, meski tidak setiap minggu,” ujarnya.
Terkait harapan kepada pemerintah, Yulizar berharap kegiatan Car Free Day dapat terus berlanjut dan mendapatkan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.
“Harapan kami, event ini terus dipertahankan dan ada alokasi khusus dari pemerintah untuk mendukung keberlanjutannya,” katanya.
Selain itu, ia juga berharap adanya dukungan pemerintah bagi UMKM, baik dalam bentuk permodalan, peningkatan kapasitas, maupun promosi berbasis teknologi.
“Kami berharap ada support dari pemerintah, seperti bantuan modal, dukungan IT untuk promosi makanan, serta kebijakan-kebijakan yang mendukung pengembangan UMKM di Kota Banda Aceh. Ke depan, pengemasan produk juga bisa dibuat lebih baik,” pungkas Yulizar. (*)