UMKM Makanan, Penggerak Ekonomi Keluarga di Indonesia

KBRN, Talaud : Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) makanan telah menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Sebagai usaha yang umumnya dimulai dari skala rumahan, UMKM makanan menyediakan peluang bagi anggota keluarga untuk memperoleh penghasilan tambahan dan menjaga stabilitas keuangan keluarga. Keberadaan UMKM makanan tidak hanya berkontribusi pada perekonomian nasional, tetapi juga memberi dampak nyata pada kesejahteraan rumah tangga.


Kontribusi UMKM Makanan untuk Ekonomi Keluarga

UMKM makanan seringkali menjadi sumber pendapatan utama atau tambahan bagi banyak keluarga. Contohnya, seorang ibu rumah tangga yang menjalankan usaha kerupuk atau olahan makanan lainnya dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan keluarga. Mengutip Jurnal Unigal (12/1/26), dalam beberapa penelitian, kontribusi pendapatan dari UMKM makanan mencapai sekitar 41% dari total pendapatan rumah tangga, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pengeluaran rumah tangga lainnya.


Kegiatan UMKM ini sering dikelola oleh keluarga sendiri, baik dari produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan. Hal ini berarti setiap anggota keluarga dapat terlibat langsung dalam kegiatan usaha, memberi peluang kerja dan pengalaman berwirausaha tanpa harus mencari kerja di luar rumah.


Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan Keluarga

UMKM makanan menjadi sarana penting bagi pemberdayaan perempuan, terutama ibu rumah tangga. Dalam Jurnal Staimas Wonogiri dijelaskan, banyak ibu yang memulai usaha makanan skala kecil dari rumah kemudian terus berkembang dengan bantuan pelatihan dan akses modal. Pemberdayaan seperti ini tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memberi rasa kemandirian dan kemampuan baru bagi pelaku usaha.


Selain itu, UMKM makanan membantu keluarga menghadapi tantangan ekonomi terutama saat kondisi sulit seperti pandemi atau keterbatasan lapangan kerja formal. Usaha skala kecil cenderung lebih fleksibel dan dapat dijalankan dengan modal awal yang relatif kecil, sehingga cocok untuk menjadi solusi ekonomi keluarga di berbagai wilayah.


Peran UMKM dalam Perekonomian yang Lebih Luas

Peran UMKM makanan tidak terbatas pada level keluarga saja, tetapi juga berdampak besar pada perekonomian nasional. Dilansir dari linkumkm.id, secara keseluruhan, sektor UMKM di Indonesia menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 97% tenaga kerja. Kontribusi besar ini menunjukkan bahwa keberhasilan UMKM makanan di tingkat mikro dapat berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional.


Dengan pemberdayaan yang terus ditingkatkan melalui pelatihan, akses modal, dan dukungan kebijakan, UMKM makanan berpotensi menjadi penggerak utama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan keluarga di seluruh pelosok negeri.

Rekomendasi Berita