Kapur Barus Bisa Rusak AC Mobil ?
- by Ernawati Wardaningsih
- Editor Indah Wulandari
- 27 Nov 2025
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Banyak pengendara yang percaya bahwa menggantungkan kapur barus di ruang mesin (engine bay) bisa membantu menjaga keharuman kabin mobil. Namun, belakangan muncul peringatan bahwa kebiasaan ini justru bisa membuat AC mobil menjadi panas, terutama saat mobil melaju dengan RPM tinggi. Lantas, apakah hal ini benar adanya atau hanya sekedar mitos?
Sebagian pemilik mobil menggantung kapur barus di dekat kompartemen mesin agar aroma segar masuk ke kabin melalui sistem sirkulasi udara. Selain itu, ada pula yang percaya bahwa kapur barus dapat mengusir tikus atau serangga dari ruang mesin. Namun, perlu diketahui bahwa ruang mesin bukanlah tempat yang ideal untuk bahan kimia seperti kapur barus karena area tersebut memiliki temperatur yang sangat tinggi dan banyak komponen sensitif.
Kapur barus mengandung bahan kimia aktif seperti naftalena atau paradiklorobenzena yang mudah menguap saat terkena panas. Ketika mobil melaju dan RPM meningkat, suhu di ruang mesin pun melonjak drastis. Uap kimia dari kapur barus mengakibatkan:
Terhisap ke sistem ventilasi atau sirkulasi udara AC, sehingga mengganggu sensor suhu
Mengendap pada evaporator atau filter kabin, menurunkan efisiensi pendinginan
Menimbulkan bau menyengat dan rasa panas di udara kabin, seolah AC melemah saat RPM tinggi.
Efek ini tidak hanya menurunkan kenyamanan, tetapi juga berpotensi memperpendek umur komponen AC, terutama evaporator dan blower. Selain berdampak pada AC, uap kimia kapur barus juga dapat merusak selang karet, kabel, dan plastik di sekitar ruang mesin. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan komponen menjadi getas, retak, bahkan bocor — terutama jika mobil sering digunakan di bawah panas ekstrem.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia meluruskan bahwa menggantung atau menaruh kapur barus ke engine bay mobil tidak ada hubungannya dengan komponen AC mobil. Kapur barus digunakan sebagai pengusir alami tikus dengan cara menaruh kapur barus ke dalam sebuah nampan di kolong bawah mesin saat mobil terparkir di garasi rumah, karena tikus kemungkinan akan naik ke engine bay ketika mobil terparkir dalam jangka waktu yang cukup lama.
Menaruh atau menggantung kapur barus di engine bay justru akan menyebabkan engine bay menjadi kotor, merusak estetika engine bay mobil anda, dan tidak benar bahwa akan mempengaruhi kinerja dari komponen ac mobil. Apabila AC mobil anda terasa panas saat sedang melaju dengan RPM tinggi maka ada 2 kemungkinan yaitu magnetic clutch kompresor AC yang sudah lemah atau komponen radiator tidak mendinginkan mesin dengan optimal.
(Ihsan Ramadhana)