Digitalisasi UMKM, Permudah Kebutuhan Konsumsi Masyarakat Belitung

KBRN : Tanjungpandan : Era digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan pokok bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Kabupaten Belitung, geliat bisnis digital kian menjamur, mengubah pola interaksi antara pedagang dan pembeli menjadi lebih praktis dan efisien.


Kemudahan ini dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Evi, salah seorang pendengar setia RRI Belitong, mengungkapkan bahwa adaptasi digital yang dilakukan para pelaku UMKM saat ini sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama dalam hal pemenuhan konsumsi.
“Di era digital yang dimanfaatkan pelaku UMKM sekarang ini, jujur sangat membantu kita sebagai konsumen. Sebagai contoh sederhana, kalau musim hujan begini, kita kepengen makan apa saja tinggal pesan lewat GoFood, makanan langsung sampai ke rumah tanpa harus kehujanan,” ujar Evi saat berinteraksi dengan RRI.
Menurutnya, fenomena ini menunjukkan bahwa jarak dan cuaca bukan lagi penghalang dalam perputaran ekonomi lokal selama teknologi dimanfaatkan dengan tepat. Digitalisasi dinilai sebagai solusi nyata bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi maupun bagi mereka yang menginginkan kenyamanan.
Lebih lanjut, Evi menekankan bahwa kemajuan teknologi adalah suatu keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Namun, tantangan terbesarnya bukan pada teknologinya, melainkan pada sumber daya manusianya.
“Digitalisasi dan kemajuan teknologi itu keniscayaan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bisa memanfaatkannya dan menguasainya agar menghasilkan cuan (keuntungan), bukan kita yang justru dikuasai oleh teknologi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut senada dengan upaya pemerintah daerah yang terus mendorong digitalisasi UMKM di Belitung. Dengan masuk ke ekosistem digital, pelaku usaha tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan daya saing di tengah persaingan global.
Kini, banyak pelaku UMKM di Belitung yang mulai beralih dari pemasaran konvensional ke platform marketplace, media sosial, hingga layanan pesan antar daring. Hal ini membuktikan bahwa pelaku usaha lokal mulai melek teknologi demi menjaga keberlangsungan bisnis mereka di masa depan.
Diharapkan, dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang menguasai ekosistem digital, ekonomi kreatif di Belitung dapat tumbuh lebih inklusif dan memberikan dampak kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.

Rekomendasi Berita