Keripik Usus Ayam Populer, Waspadai Risiko Kolesterol
- by Edy Dwi Purwanto
- Editor Marga Rahayu
- 19 Jan 2026
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar — Olahan berbahan dasar ayam dikenal sangat beragam. Selain dagingnya yang lezat untuk digoreng atau diolah menjadi berbagai masakan, bagian tubuh ayam lainnya seperti ceker, kulit, hingga jeroan, termasuk usus, juga dimanfaatkan sebagai camilan yang menggugah selera.
Di Kabupaten Kutai Barat, salah satu camilan yang cukup populer adalah keripik usus ayam. Produk ini banyak dijumpai di warung makan maupun toko sembako. Untuk kemasan 250 gram, keripik usus dijual dengan harga berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per bungkus.
Cita rasa gurih dan tekstur renyah menjadikan keripik usus digemari berbagai kalangan. Namun, di balik kenikmatannya, masyarakat perlu mewaspadai kandungan kolesterol yang terdapat pada jeroan ayam, khususnya bagian usus.
Berdasarkan sejumlah sumber gizi, usus ayam segar mengandung kolesterol cukup tinggi. Dalam 100 gram usus ayam segar, kandungan kolesterolnya mencapai sekitar 240 miligram. Setelah melalui proses penggorengan menjadi keripik, kandungan kolesterolnya tercatat sekitar 74 miligram per 100 gram, meski kadar lemak dan kalorinya meningkat signifikan.
Bahkan, konsumsi usus ayam dalam jumlah relatif kecil tetap berkontribusi besar terhadap asupan kolesterol harian. Dalam porsi sekitar 30 gram usus ayam, kandungan kolesterol yang masuk ke tubuh dapat mencapai sekitar 165 miligram.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan batas maksimal konsumsi kolesterol sebesar 300 miligram per hari. Oleh karena itu, konsumsi keripik usus perlu dibatasi agar tidak melampaui ambang aman, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung.
Meski demikian, keripik usus bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Dengan porsi konsumsi yang wajar, camilan ini masih dapat dinikmati. Masyarakat juga disarankan membuat keripik usus secara mandiri di rumah karena lebih hemat biaya sekaligus dapat menjaga kebersihan dan kualitas bahan baku. (Edy)