Bahasa Inggris Jadi Bekal Pelaku UMKM Layani Turis
- by Faishal Raihan
- Editor Candranita Purbani
- 4 Jan 2026
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Pelaku UMKM dan pariwisata di kawasan Kota Lama Banyumas mulai dibekali keterampilan bahasa Inggris praktis agar mampu meningkatkan kualitas layanan dan daya saing usaha saat berhadapan dengan wisatawan mancanegara.
Pembekalan tersebut dilakukan melalui program “English That Sells” yang digelar Kampung Inggris Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pelaku UMKM dan pariwisata, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke Banyumas.
Pengajar Kampung Inggris UMP, Prof. Dr. Suwartono, M.Hum., mengatakan pelatihan difokuskan pada praktik berbahasa Inggris yang langsung dapat diterapkan dalam aktivitas usaha, bukan pada penguasaan teori semata.
“Bahasa Inggris itu keterampilan. Kuncinya praktik. Tidak harus 24 jam berbahasa Inggris, tapi ketika ada tamu asing, pelaku UMKM harus berani dan siap menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI.
Baca juga: UMP Dapat Hibah Besar untuk Pembangunan dan RisetMenurut Suwartono, kemampuan berbahasa Inggris menjadi modal penting bagi pelaku UMKM untuk menawarkan produk, menjelaskan layanan, serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan wisatawan asing. Ia menegaskan usia bukan menjadi hambatan dalam belajar bahasa asing apabila metode yang digunakan tepat.
“Kalau sudah pernah merasakan bisa dan berhasil, akan muncul rasa percaya diri. Dari situlah motivasi untuk terus belajar akan tumbuh,” ucapnya.
Untuk memperkuat aspek praktik, pelatihan ini melibatkan mahasiswa internasional UMP asal Sudan, Filipina, Pakistan, Palestina, dan Yaman. Kehadiran mereka dimanfaatkan sebagai mitra latihan komunikasi langsung bagi peserta.
Sementara itu, perwakilan tuan rumah, Iswanto, menyambut baik kolaborasi antara UMP dan Pemerintah Kecamatan Banyumas dalam pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai penguasaan bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting bagi pengembangan UMKM dan pariwisata lokal.
Baca juga: UMP Perkuat Kemandirian Finansial lewat Unit Usaha KampusIswanto juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti pelatihan. Ia berharap program Kampung Inggris UMP dapat berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan wisata di Kota Lama Banyumas.
“Wisatawan asing ke Banyumas semakin beragam. Bahasa Inggris menjadi pintu utama agar pelaku UMKM dan wisata bisa berkomunikasi dan mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Program English That Sells dikemas dengan konsep pembelajaran santai dan berbasis praktik lapangan, mulai dari cara menyapa wisatawan, menawarkan produk, hingga percakapan sederhana yang relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM dan pariwisata.