Hari Kusta Sedunia 2026 Lawan Stigma Bersama
- by Bintang Lely Sartika
- Editor Femmy Asti Yofani
- 16 Jan 2026
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kusta masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, bukan semata karena aspek medis, tetapi juga karena stigma sosial yang melekat. Padahal, kusta merupakan penyakit yang dapat diobati dan dicegah, terutama jika terdeteksi sejak dini. Pengobatan kusta telah tersedia secara gratis dan efektif melalui layanan kesehatan.
Menurut laman WHO dan NLR, Hari Kusta Sedunia atau
International Leprosy Day tahun 2026 diperingati pada Minggu, 25 Januari. Peringatan ini secara global selalu jatuh pada hari Minggu terakhir di bulan Januari dan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit kusta, sekaligus menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyandangnya.Tahun ini, peringatan Hari Kusta Sedunia mengusung semangat “Unite, Act, Eliminate” atau Bersatu, Bertindak, Akhiri Kusta. Tema ini menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi sosial, media, dan masyarakat dalam mengakhiri kusta secara menyeluruh, baik dari sisi penyakit maupun dampak sosialnya.
Organisasi kesehatan seperti NLR Indonesia bersama Dinas Kesehatan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Riau, turut mengambil peran aktif melalui kampanye edukasi. Kegiatan tersebut dilakukan melalui media sosial, ruang publik, serta fasilitas layanan kesehatan dengan fokus pada pencegahan, deteksi dini, dan informasi pengobatan kusta.
Selain edukasi medis, kampanye ini juga menekankan pentingnya dukungan sosial bagi penyandang kusta. Masyarakat diajak untuk memahami bahwa kusta bukan kutukan, bukan penyakit turunan, dan tidak mudah menular jika sudah ditangani dengan tepat. Sikap inklusif dan empati menjadi kunci dalam memutus rantai stigma yang selama ini menghambat pemulihan sosial para penyintas.
Melalui peringatan Hari Kusta Sedunia 2026, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat, diskriminasi dapat dihapuskan, dan langkah nyata untuk mengakhiri kusta dapat terus diperkuat. Kusta bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama.