Kombucha, Minuman Fermentasi Teh Kaya Manfaat

KBRN, Padang: Kombucha merupakan minuman fermentasi berbahan dasar teh yang kini semakin diminati masyarakat. Proses pembuatannya menggunakan biang jamur atau SCOBY yang difermentasikan selama 8 hingga 14 hari hingga minuman siap dikonsumsi.

Pembuatan kombucha diawali dengan menyeduh larutan teh seperti biasa, kemudian ditambahkan gula sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme. Setelah itu, biang kombucha dimasukkan ke dalam larutan teh dan difermentasi di dalam wadah kaca dengan kondisi tertentu.

Owner Kombucha Ibu Hafizh, Rinex Wahyuni, menuturkan bahwa usaha kombucha yang dirintisnya berawal dari kebutuhan pribadi. “Awalnya saya buka usaha karena kebutuhan tubuh. Saat melahirkan, saya agak cepat lelah, sehingga terpikir untuk mencari minuman yang bisa dikonsumsi harian, baik untuk tubuh, dan bisa disimpan lebih lama,” ujarnya.

Kombucha produksi Ibu Hafizh memiliki berbagai varian rasa yang berasal dari bahan herbal. Beberapa bahan utama yang digunakan antara lain teh hitam, bunga telang, dan bunga rosela.

Secara umum, kombucha memiliki rasa asam segar dengan sedikit rasa manis yang tidak dominan. Setiap varian menghadirkan karakter rasa yang berbeda sesuai dengan bahan utamanya.

Proses pembuatan kombucha terbilang unik dan membutuhkan ketelitian tinggi. Minuman ini kaya akan manfaat karena mengandung probiotik yang dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Jika disimpan di dalam lemari pendingin atau chiller, kombucha dapat bertahan selama satu hingga dua bulan. Meski demikian, proses fermentasi kombucha memiliki tantangan tersendiri.

Kombucha sangat mudah terkontaminasi, sehingga kebersihan dan sterilitas menjadi hal utama. Selama fermentasi, kombucha tidak boleh sering diganggu, sirkulasi udara di rumah harus baik, serta wadah fermentasi harus dijauhkan dari paparan sinar matahari langsung agar kualitas hasil tetap terjaga.

Rekomendasi Berita