[Kaleidoskop] Cerita Menarik Formula 1 Sepanjang Musim 2025
- by Lie Liliana Dea Jovita
- Editor Bunaiya
- 31 Des 2025
- Pusat Pemberitaan
FORMULA 1 musim 2025 menyuguhkan drama intens hingga balapan penutup di Abu Dhabi awal bulan ini. Persaingan gelar Juara Dunia yang berlangsung ketat hingga garis akhir menjadi sorotan publik sepanjang musim.
Lando Norris memastikan gelar Juara Dunia perdananya di Sirkuit Yas Marina, usai menaklukkan Oscar Piastri dan Max Verstappen. Pertarungan ketiga pembalap tersebut menjadi sorotan sejak awal musim, namun kisah menarik juga muncul di seluruh grid.

Pembalap Kick Sauber, Nico Hulkenberg, meraih podium perdana dalam kariernya di Sirkuit Silverstone setelah penantian selama 15 tahun (Foto: formula1.com)
1. Podium Perdana Hulkenberg
Salah satu cerita emosional datang dari Nico Hulkenberg yang meraih podium perdananya setelah penantian panjang. Pembalap Jerman itu akhirnya naik podium di Sirkuit Silverstone setelah 15 tahun berlaga di Formula One.
Karier Hulkenberg sempat meredup bersama beberapa tim berbeda sepanjang satu dekade terakhir. Namun, performa impresifnya meraih podium bersama Kick Sauber menjadi momentum tak terduga karier pembalap berusia 38 tahun itu.

Pembalap Red Bull, Max Verstappen, berhasil mengunci posisi pertama di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi (Foto: formula1.com)
2. Kebangkitan ‘Mad Max’
Kebangkitan Max Verstappen menjadi cerita besar pada paruh akhir musim 2025. Setelah tampil kurang maksimal pada paruh pertama, Red Bull membawa pengembangan penting di Monza yang mengubah persaingan gelar.
Juara Dunia empat kali itu berhasil memangkas jarak 104 poin dan kembali diperhitungkan dalam perburuan gelar. Sayang, kemenangan pada balapan terakhir di Abu Dhabi tidak cukup untuk memastikan gelar kelima pembalab asal Belanda itu.

Pembalap Racing Bulls, Isack Hadjar (kedua dari kiri), meraih podium perdananya di Zandvoort (Foto: formula1.com)
3. Kejutan Para
RookieMusim 2025 juga menandai munculnya kejutan dari para pembalap
rookie yang menjalani debut musim ini. Kimi Antonelli yang masih berusia 19 tahun tampil impresif bersama Mercedes dan mengonfirmasi statusnya sebagai talenta masa depan.Isack Hadjar juga berhasil meraih podium bersama Racing Bulls, menunjukkan potensi besar pada musim debutnya. Penampilan mengesankan sepanjang tahun membuat pembalap berusia 21 tahun itu dipromosikan ke Red Bull untuk musim 2026 mendatang.

Carlos Sainz (tengah) merayakan podium bersama tim Atlassian Williams Racing usai finis ketiga di GP Qatar (Foto: Instagram/@williamsracing)
4. Pembuktian Carlos Sainz
Carlos Sainz meninggalkan Ferrari akhir 2024 lalu setelah posisinya digantikan oleh Juara Dunia tujuh kali, Lewis Hamilton. Bergabung dengan tim papan tengah Williams, Sainz tidak menyangka akan kembali ke atas podium musim ini.
Namun, pembalap asal Spanyol itu berhasil mengamankan dua podium di Baku dan Qatar pada musim pertamanya bersama Williams. Hasil ini menjadi pembuktian bahwa karier Sainz belum berakhir meski tak lagi mengemudi untuk tim papan atas.
Musim 2025 membuktikan Formula 1 tetap menghadirkan drama, kejutan, dan kisah emosional di lintasan balap. Memasuki musim 2026, persaingan diprediksi semakin sengit seiring perubahan peta kekuatan dan munculnya generasi baru.