Uji Emisi Ketat, Bengkel Lokal Adaptasi Motor Karbu

  • by Bunaiya
  • Editor Allan
  • 17 Des 2025
  • Pusat Pemberitaan

KBRN, Bekasi: Penerapan uji emisi ketat akhir 2025 mengubah pola perawatan motor harian. Bengkel lokal menjadi ruang adaptasi bagi pemilik motor karburator.


Pemilik motor karburator mulai mencari solusi agar kendaraan lolos uji emisi. Efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang menjadi perhatian utama.

Perubahan ini terasa di Johan Garage, sebuah bengkel kecil di Bekasi, Jawa Barat. Bengkel tersebut melayani konversi karburator ke sistem injeksi.

Motor yang datang umumnya menghadapi pembakaran tidak efisien dan emisi berlebih.


Kondisi tersebut meningkatkan risiko gagal uji emisi.

Pemilik Johan Garage Johan Dwi Rusdyana melihat perubahan pola pikir pelanggan. Pemilik motor kini memikirkan efisiensi jangka panjang dan standar teknologi.

“Banyak motor boros datang menjelang uji emisi,” ujar Johan dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025). Konversi injeksi membuat pembakaran lebih presisi dan emisi terkendali.

Proses konversi dilakukan dengan penyetelan AFR menggunakan dyno. Langkah ini memastikan komposisi pembakaran sesuai karakter mesin.

Johan menyebut karburator sensitif terhadap suhu dan kondisi mesin. Inkonsistensi ini menyulitkan pemenuhan standar emisi baru.

“Dengan remap AFR, pembakaran menjadi stabil dan bersih,” ujarnya. Menurutnya, motor lama tetap bisa mengikuti perkembangan regulasi.

Bagi pemilik motor, adaptasi ini menjadi solusi menghadapi aturan lingkungan. Motor harian tetap digunakan tanpa harus mengganti kendaraan.

Di bengkel lokal, interaksi teknisi dan pelanggan juga ikut berubah. Bengkel menjadi ruang diskusi soal teknologi dan emisi.

Transisi motor karburator ke injeksi diperkirakan terus meningkat. Bengkel lokal berperan penting membantu masyarakat beradaptasi.

Rekomendasi Berita