Klasifikasi Atlet ASEAN Para Games 2025 Berjalan Lancar
- by Danang Sundoro
- Editor Bayu Wardhana
- 18 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Nakhon Ratchasima - Seluruh rangkaian proses klasifikasi atlet kontingen Indonesia pada ajang ASEAN Para Games 2025 kini berjalan lancar. Tahapan ini sangat krusial guna menjamin setiap pemain bertanding dalam kategori tingkat hambatan yang setara.
Keberhasilan pemeriksaan kesehatan tersebut menjaga peluang besar Indonesia guna meraih target perolehan medali yang direncanakan. Kondisi itu dilaporkan langsung dari Nakhon Ratchasima Rajabhat University pada rilis berita Minggu, 18 Januari 2026.
“Sejauh ini masih sesuai dengan perkiraan, atau setidaknya memenuhi harapan. Karena kalau kami sudah menempatkan atlet di situ, artinya target medali sudah ditetapkan,” kata Retno.
Retno Setianing selaku Koordinator Tim Dokter kontingen Indonesia menjelaskan bahwa petugas classifier harus teliti memastikan asas kesetaraan. Petugas berwenang membandingkan kondisi atlet tunadaksa serta tunagrahita supaya pertandingan berjalan jujur dan sesuai aturan.
“Classifier harus memastikan bahwa atlet-atlet yang bertanding ini setara. Ini artinya tingkat disabilitasnya sama,"ucapnya.
"Misalnya, yang lumpuh bisa juga dipertandingkan dengan yang amputasi. Meskipun itu tidak sama, tetapi setara, ini yang harus menjadi poin, bahwa mereka itu bertanding setara,” ujar Retno.

Retno Setianing selaku Koordinator Tim Dokter kontingen Indonesia menjelaskan kepada tim media NPC Indonesia, Minggu 18 Januari 2026, (Foto: NPC Indonesia )
Dokter tersebut menyebutkan setidaknya terdapat tiga kategori hambatan yang menjadi acuan utama pada proses verifikasi kesehatan. Proses pemeriksaan meliputi klasifikasi tunadaksa atau Physical Impairment (PI), tunagrahita atau Intellectual Impairment (II), serta tunanetra.
“Diharapkan target itu akan tercapai, syukur-syukur melampaui karena, nanti kalau bergeser kelasnya, atau dinyatakan non-eligible, itu bisa mempengaruhi. Selain sport class, ada juga kriteria yang namanya non-eligible,” ucap Retno.
Koordinator Pelatih Tim Para Catur Tedy Wiharto turut merasa optimistis setelah melihat hasil seleksi dua pemain. Atlet bernama Fajar Alamsyah dan Lilis Herna Yulia dinyatakan memenuhi syarat bertanding oleh komite medali internasional.
“Untuk hari ini, kami melakukan klasifikasi untuk kategori tunadaksa. Ada enam atlet para catur dalam kategori ini,"katanya.
"Namun, untuk atlet yang perlu klasifikasi hanya ada dua, karena satu atlet masih baru dan satunya masih harus di-review. Alhamdulillah semuanya lolos untuk hari ini,” kata Teddy.
Skuad catur membawa 18 pemain dan menargetkan raihan sebanyak 12 emas hingga akhir masa kejuaraan. Target medali lainnya meliputi enam medali perak serta empat perunggu bagi seluruh kontingen nasional merah putih.
“Kami menargetkan 12 medali emas di ASEAN Para Games 2025 ini. Kami masih yakin jika melihat jumlah pesertanya. Untuk tunadaksa putra dan putri, pesaing terberatnya dari Filipina,"ujarnya.
"Sedangkan untuk kategori tunanetra, Vietnam cukup kuat. Jika bicara tuan rumah, sampai saat kemarin masih belum pernah mendapatkan medali,” ujar Teddy.
Seluruh atlet rencananya segera berlaga mulai hari Rabu, 21 Januari 2026 di Auditorium Nakhon Ratchasima Rajabhat University. Tantangan utama akan dihadapi pada Senin esok karena rombongan tunanetra baru memulai sesi klasifikasi medis terakhir.