Menuju Pengakuan IOC, Pencak Silat Punya PR Besar

RRI.CO.ID, Jakarta – Pencak silat dinilai memiliki potensi untuk menempati posisi strategis dalam ekosistem olahraga dunia. Namun, peluang tersebut masih dibayangi berbagai pekerjaan rumah (PR) besar yang masih menjadi tantangan serius.

Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, meminta agar masalah tersebut segera diselesaikan. Menurutnya, pencak silat tidak boleh kehilangan momentum jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.

“Pencak silat memiliki potensi luar biasa, tetapi banyak PR besar yang harus segera diselesaikan. Waktu terus berjalan, sangat disayangkan jika peluang tidak dimanfaatkan maksimal,” ujar Fox di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Fox, yang juga merupakan praktisi seni bela diri, mengaku memiliki kedekatan personal dengan pencak silat. Namun, ia menyebut kecintaan saja tidak cukup tanpa disertai langkah konkret dan terstruktur.

Fox menambahkan, pencak silat merupakan warisan budaya yang luar biasa, sekaligus olahraga kompetitif yang menarik. Ia menegaskan, untuk mendapat pengakuan International Olympic Committee (IOC), dibutuhkan tata kelola, standar internasional, dan konsistensi.

Lebih lanjut, Fox juga menyoroti pentingnya kehadiran pencak silat dalam agenda World Combat Games 2027. Kehadiran ini akan menjadi bagian peta jalan menuju pengakuan global yang lebih kuat.

“Pencak silat sebagai seni bela diri harus sudah tampil di World Combat Games pada 2027. Itu adalah panggung penting bagi cabang-cabang bela diri dunia,” kata Fox.

Selain itu, ia menekankan pencak silat perlu memenuhi berbagai persyaratan organisasi internasional. Contohnya patuh terhadap World Anti-Doping Agency (WADA), aktif di AIMS, dan terintegrasi dengan organisasi bela diri internasional lainnya.

Sebelumnya, Fox mengapresiasi kehadiran pencak silat di ajang multi-event Islamic Solidarity Games (ISG) dan Asian Youth Games (AYG). Ia menegaskan pencapaian tersebut harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, bukan sekadar berhenti sebagai kebanggaan regional.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyebut Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian yang besar terhadap pencak silat. Arahan langsung tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pencak silat harus dikelola lebih serius dan profesional.

“Atensi langsung dari Presiden Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa pencak silat memiliki tanggung jawab besar untuk berbenah. Masih banyak PR yang harus diselesaikan, ini harus dilakukan bersama,” ujar Okto di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Okto menambahkan bahwa NOC Indonesia berkomitmen mengawal pencak silat agar memenuhi standar internasional. Hal tersebut mencakup tata kelola, kepatuhan regulasi, dan diplomasi olahraga.

“Pengakuan internasional tidak datang secara instan, diperlukan kepatuhan terhadap standar global, konsistensi organisasi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. NOC Indonesia akan terus mengawal proses ini,” ujarnya menegaskan.

Dengan dukungan pemerintah, mitra internasional, dan pengelolaan profesional, pencak silat diharapkan terus berkembang. Pencak silat tidak hanya menjadi identitas budaya saja, tetapi juga mampu bersaing dan diakui di panggung olahraga dunia.

Rekomendasi Berita