Hamilton Tegaskan Tak Menyesal Pindah ke Ferrari
- by Kasembadan Putro Yuda Sihwidianto
- Editor Gafar
- 28 Nov 2025
- Kendari
KBRN, Kendari : Lewis Hamilton menegaskan bahwa pilihannya pindah ke Ferrari tetap merupakan langkah yang tepat, meski musim perdananya bersama tim asal Maranello itu jauh dari kata mulus.
Datang dengan status juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton diharapkan mampu memberikan dorongan besar bagi Ferrari. Namun hingga 22 seri berlalu, performanya belum sesuai harapan. Ia tertinggal 74 poin dari Charles Leclerc dan belum sekalipun naik podium sepanjang musim, dengan satu-satunya sorotan positif terjadi pada Sprint Race di Tiongkok ketika meraih pole dan kemenangan.
Musim ini juga mencatatkan rekor buruk bagi Lewis Hamilton setelah tampil sebagai yang paling buncit pada sesi kualifikasi Grand Prix Las Vegas — posisi terakhir pertama yang ia raih murni karena kurangnya kecepatan sejak debutnya di F1. Meski mampu finis di zona poin saat balapan utama, Hamilton mengaku bahwa balapan di Las Vegas adalah salah satu akhir pekan terberatnya.
Memasuki rangkaian Grand Prix Qatar, Hamilton menjelaskan bahwa komentarnya seusai Las Vegas dipengaruhi kelelahan di penghujung musim. “Di akhir musim, energi semua pembalap biasanya sudah sangat menipis. Frustrasi pun bisa muncul ketika segalanya tidak berjalan seperti yang diinginkan,” ujarnya dalam konferensi pers. “Tetapi saya tetap bersemangat melihat apa yang sedang dikerjakan tim untuk musim depan.”
Ketika ditanya apakah ia akan berpikir ulang untuk bergabung dengan Ferrari bila mengetahui performa tim musim ini, Hamilton memilih tidak berspekulasi. Namun ia menegaskan satu hal: “Saya tidak pernah menyesali keputusan bergabung dengan Ferrari. Saya memahami bahwa proses membangun sesuatu membutuhkan waktu.”
Dengan hanya dua balapan tersisa—Qatar dan Abu Dhabi—musim ini berpotensi menjadi yang pertama dalam perjalanan panjang Hamilton tanpa satu pun podium Grand Prix. Meski begitu, rasa optimisme tetap ia bawa ke Losail.
Menurut Hamilton, karakteristik sirkuit Qatar yang sarat tikungan cepat serta aturan pemakaian ban maksimum 25 lap dapat membuka peluang untuk tampil lebih kompetitif dibanding pekan sebelumnya. “Mobil seharusnya cukup baik melihat profil kecepatannya. Memang berat untuk menandingi Red Bull, tapi saya berharap akhir pekan kali ini berjalan lebih positif,” tutupnya.