Apple Creator Studio Dorong Ekonomi Kreatif
- by LUTFI SETIYAWAN
- Editor Gandi Lukmanto
- 19 Jan 2026
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Peluncuran Apple Creator Studio dinilai berpotensi memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif, termasuk di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan pelaku industri kreatif terhadap perangkat produksi digital yang efisien dan terintegrasi. Layanan berlangganan ini menghadirkan berbagai aplikasi kreatif profesional dalam satu paket yang dapat diakses lintas perangkat Apple.
Apple Creator Studio menggabungkan aplikasi pengolahan video, musik, desain visual, hingga produktivitas visual seperti Final Cut Pro, Logic Pro, Pixelmator Pro, Motion, Compressor, dan MainStage. Selain itu, layanan ini juga menghadirkan fitur kecerdasan buatan dan konten premium di Keynote, Pages, dan Numbers yang banyak digunakan dalam presentasi, perencanaan bisnis, dan produksi konten kreatif.
Bagi Indonesia, kehadiran layanan ini dinilai relevan dengan perkembangan sektor ekonomi kreatif yang semakin bergantung pada teknologi digital. Sub sektor seperti film, musik, animasi, desain grafis, konten media sosial, hingga pengembangan gim membutuhkan perangkat lunak yang mampu mempercepat proses produksi tanpa mengorbankan kualitas.
Di sektor video, fitur cerdas pada Final Cut Pro memungkinkan kreator melakukan penyuntingan secara lebih cepat melalui pencarian berbasis teks dan objek visual. Hal ini dinilai dapat membantu rumah produksi kecil, kreator independen, hingga pelaku UMKM kreatif dalam menghasilkan konten promosi dan karya audio visual secara mandiri.
Sementara itu, Logic Pro dengan fitur kecerdasan buatan seperti Synth Player dan Chord ID membuka peluang bagi musisi lokal untuk menciptakan karya musik dengan biaya produksi yang lebih efisien. Akses ke pustaka suara bebas royalti juga dapat membantu pelaku industri musik independen dalam menghasilkan karya tanpa ketergantungan pada studio konvensional berskala besar.
Di bidang desain visual, kehadiran Pixelmator Pro di iPad memberikan alternatif alat produksi bagi desainer grafis, ilustrator, dan pelaku usaha kreatif berbasis visual. Dukungan Apple Pencil dan performa Apple silicon memungkinkan proses desain dilakukan secara fleksibel, termasuk untuk kebutuhan branding produk lokal dan kampanye pemasaran digital.
Aplikasi produktivitas visual seperti Keynote, Pages, dan Numbers juga dinilai mendukung ekosistem ekonomi kreatif, khususnya dalam penyusunan proposal, presentasi bisnis, dan perencanaan keuangan. Fitur kecerdasan buatan yang membantu pembuatan konten dan pengolahan data dinilai dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha kreatif di pasar nasional maupun global.
Wakil Presiden Senior Apple Bidang Internet Software and Services, Eddy Cue, menyatakan Apple Creator Studio dirancang untuk memperluas akses kreator terhadap perangkat kreatif profesional. Menurutnya, layanan ini memungkinkan kreator dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya berkualitas dengan alur kerja yang lebih efisien.
Di Indonesia, ekonomi kreatif tercatat sebagai salah satu sektor strategis yang terus tumbuh dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Digitalisasi dan pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, serta membuka peluang kerja baru bagi generasi muda.
Kehadiran Apple Creator Studio juga sejalan dengan tren meningkatnya kreator digital di Indonesia, mulai dari pembuat konten media sosial, podcaster, musisi independen, hingga pelaku usaha rintisan berbasis kreatif. Dengan satu langganan terpadu, pelaku ekonomi kreatif dapat mengakses alat produksi lintas bidang tanpa harus membeli aplikasi secara terpisah.
Apple Creator Studio dijadwalkan tersedia mulai akhir Januari 2026 melalui App Store dengan skema berlangganan bulanan dan tahunan, serta tarif khusus bagi pelajar dan pendidik. Layanan ini diharapkan dapat menjadi salah satu enabler teknologi yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis digital, termasuk di Indonesia.