Alasan Psikologis Hinaan Lebih Diingat daripada Pujian
- by Sitti Rahmawati
- Editor Nurul Damarini
- 19 Jan 2026
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Penelitian psikologi menunjukkan pengalaman negatif lebih lama melekat dalam ingatan manusia, dibandingkan pengalaman positif. Temuan ini menjelaskan mengapa hinaan sering membekas kuat, sedangkan pujian cepat terlupakan banyak orang dalam kehidupan sosial.
Studi yang dipublikasikan jurnal psikologi, menemukan ingatan terhadap penghinaan dapat bertahan hingga puluhan tahun dalam memori manusia dewasa. Sebaliknya pujian biasanya hanya diingat singkat, karena tidak memicu respons ancaman dalam otak manusia secara biologis.
Perbedaan daya ingat ini berkaitan dengan amigdala, yang berfungsi sebagai sistem alarm otak manusia untuk menjaga keselamatan hidup. Amigdala mengunci pengalaman negatif agar dianggap ancaman serius, demi keberlangsungan hidup manusia jangka panjang.
Respons ini membuat peristiwa menyakitkan lebih sulit dilupakan, meskipun waktu telah lama berlalu dalam perjalanan hidup setiap individu. Sementara itu umpan balik positif hanya memicu pelepasan dopamin singkat, sebelum perlahan memudar dari ingatan sadar manusia sehari-hari.
Fenomena ini menjelaskan, mengapa kata-kata menyakitkan sering meninggalkan luka emosional mendalam dalam hubungan sosial manusia. Sekalipun disertai banyak pujian, satu hinaan dapat terasa lebih dominan dalam ingatan pribadi seseorang sepanjang waktu kehidupan sosialnya.
Kesadaran akan hal ini penting, agar manusia lebih bijak memilih kata dalam berinteraksi sosial sehari-hari. Dengan begitu, komunikasi yang baik dapat mencegah luka lama tertanam kuat dalam memori emosional seseorang.